My Life Journey

Berbagi, Melayani & Menebar Rahmat
Subscribe

Archive for October, 2007

Dibayar Lunas Dengan Segelas Susu

October 26, 2007 By: cipto Category: Inspirational Story, The Power of Giving No Comments →

Suatu hari, seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi untuk membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tetapi sayang sekali uang hasil penjualannya tidak cukup untuk membeli makanan.

Maka anak itu kemudian memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang ibu muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya.

Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaganya. Ibu muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar dan haus, maka diberikanlah segelas besar susu buat anak tersebut.

Ia meminumnya dengan lahap kemudian bertanya, “Berapa hutang saya kepada anda ?”

“Kamu tidak berhutang apapun kepadaku”, jawabnya. “Orang tuaku dulu mengajarkan agar tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang aku lakukan.”

Anak itu menjawab, “Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati yang terdalam atas segala kebaikanmu.”

Akhirnya si anak kecil itu meninggalkan rumah si ibu muda dengan badan lebih segar, perasaan lebih senang dan hati yang penuh syukur kepada Tuhan. Padahal, anak yang bernama Howard Kelly itu, sebelumnya sudah merasa putus asa dan hampir menyerah.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari ibu muda (yang telah tua) tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan dari dokter yang lebih ahli. Dan Dr. Howard Kelly-lah salah satu dokter ahli itu..

Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, Dr. Howard Kelly segera pergi ke kamar tempat dimana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya.

Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus dan tulus agar ibu itu bisa sembuh. “Aku akan melakukan yang terbaik demi kesembuhannya”, pikirnya. Setelah melewati perjuangan yang melelahkan, Dr. Kelly akhirnya berhasil menyembuhkan wanita itu.

Pada saat kondisi ibu itu benar-benar membaik, Dr. Kelly meminta Bagian Keuangan rumah sakit untuk memberikan semua tagihan ibu itu kepadanya. Setelah memeriksanya kemudian Dr. Kelly memberikan catatan di bagian tagihan itu.

Tagihan itu lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita. Namun, wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan sanggup membayar tagihan rumah sakit yang sudah pasti sangat mahal itu. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke tagihan itu. Sebuah tulisan pada tagihan telah menarik perhatiannya. Ia membaca tulisan itu : “Telah Di Bayar Lunas Dengan Segelas Susu”.
Tertanda, Dr. Howard Kelly.

Air mata mengalir dari matanya saat hatinya yang bahagia mengucapkan doa dan rasa syukur: “Terima kasih Tuhan, kasihMu telah memancar melalui hati dan tangan manusia yang mulia”

Moral cerita :

If you give, then you’ll receive. Apa yang kita berikan tidak akan hilang, melainkan akan menjadi ‘emotional bank account’ untuk kita. Kebaikan akan berbuah kebaikan, kejelekan juga akan menuai kejelekan.

Wish You Luck. (SA).


What is your Wealth Profile ?

October 21, 2007 By: cipto Category: Money & Wealth No Comments →

WealthProfiles.jpg

Istilah Wealth Profile (dan juga Wealth Dynamics) dikemukakan oleh Roger Hamilton untuk menggambarkan suatu sistem ‘profiling’ kekayaan dengan menggunakan tes psikometrik untuk menilai kepribadian, kekuatan, produktivitas, nilai-nilai dan perilaku sosial seseorang untuk menentukan cara yang paling alami dalam membangun kekayaan.

Biasanya kebanyakan orang menemukan cara atau jalan terbaiknya (dalam membangun kekayaan) melalui proses ‘trial & error’. Contoh, Si A pertama kali mencoba menjadi broker properti tetapi setelah dicoba enam bulan kurang menghasilkan. Kemudian ia pindah haluan dengan membuka toko kelontong tapi gagal ‘maning’. Iseng-iseng ia melamar kerja di stasiun televisi untuk menjadi presenter. Ia diterima kerja di dunia yang berbau ‘entertainment’ ini dan banyak bergaul dengan kalangan selebritis. Suatu saat ketika ia memperhatikan shooting sebuah sinetron, ia memperhatikan pekerjaan sutradara yang terasa sangat ‘enjoy’ baginya. Dengan perjuangan yang berliku-liku akhirnya ia berhasil menjadi seorang sutradara film handal dan bertangan-dingin karena berhasil membawa beberapa karyanya mendapatkan penghargaan perfilman tingkat internasional. Sekarang ia kaya raya dengan profesinya menjadi sutradara dan ia sangat menikmati pekerjaan itu. Seandainya ia tahu ‘wealth profile’-nya dari dulu, mungkin tak perlu ‘trial & error’ sampai tiga kali.

Kasus yang lain, katakanlah Anda sedang getol mencari ilmu tentang meraih kekayaan melalui berbagai seminar atau workshop. Pertama Anda mengikuti seminarnya Safir Senduk, lalu ikut seminarnya Robert Kiyosaki ketika datang ke Jakarta beberapa tahun yang lalu. Belum puas juga, kemudian Anda mencoba ilmunya Brad Sugars. Takut ketinggalan kereta, Anda tak lupa ikut workshop Financial Revolution-nya Tung Desem Waringin. Anda tahu semuanya. Anda menguasai semua ilmunya. Tapi apa hasilnya ? Anda bingung ketika mau melangkah. Mengapa ? Karena setiap pembicara memiliki strategi berbeda dalam meraih kekayaan. Karena Anda tidak tahu ‘jalur alamiah’ Anda, sehingga Anda tidak bisa ‘mengalir’ melainkan ‘mandek’ di tengah jalan dengan setumpuk ide tanpa action yang nyata.

Dengan Wealth Profile, maka Anda tidak perlu banyak ‘trial & error’ dan mengalami kebingungan seperti kasus di atas.

Menurut Roger Hamilton, penemuan Wealth Profile didasarkan pada ilmu filsafat Tiongkok kuno, 5000 tahun silam, yang disebut dengan I Ching. Ilmu I Ching ini juga merupakan sumber dari sebagian besar tes pengelompokan kepribadian seperti DISC, Myers Briggs dan Selector ala Carl Jung.

Seperti gambar di atas, ada delapan Wealth Profiles yang bisa Anda pilih sesuai dengan kepribadian dan kekuatan Anda.

Kepribadian seseorang digambarkan dengan lima ‘energi’ alami menurut filsafat Tiongkok kuno, yaitu :

Dynamo: Spring / wood (unsur kayu); yaitu orang yang penuh energi, dinamis, kreatif, berani memulai, tetapi sering gagal dalam penyelesaian akhir.

Blaze: Summer / Fire (unsur api); yaitu orang yang bergairah, ramah, punya banyak teman, mudah bersahabat tetapi mudah berpindah haluan.

Tempo: Autumn / Earth (unsur tanah); yaitu orang yang penuh kasih sayang, pemain tim yang baik, tetapi sering mencari arahan dari orang lain.

Steel: Winter / Metal (unsur logam); yaitu orang yang teratur, detail dan berorientasi sistem. Sangat kuat dalam menyelesaikan sesuatu, tetapi sulit memulai hal-hal baru.

Wizard: Transition / Water (unsur air); yaitu terhubung, tenang dan spiritual. Berfokus kepada alasan dibalik suatu kejadian. (Catatan : unsur air tidak tampak di gambar; karena hanya ada empat unsur dasar yang dimasukkan, sedangkan air merupakan awal & akhir dari setap siklus).

Masing-masing dari diri kita kuat dalam salah satu atau gabungan beberapa ‘energi’ (atau kepribadian) dan membentuk diri kita secara utuh.

Selain itu, Wealth Profile dikaitkan dengan rumus Wealth ala Roger, yaitu :

Wealth (Kekayaan) = Value (Nilai Tambah) X Leverage (Daya Ungkit)

Berdasarkan Value (nilai tambah) yang kita ciptakan, maka ada dua cara otak kita berorientasi secara alamiah, yaitu apakah kita lebih cenderung berpikir ‘intuitive’ dengan menciptakan nilai tambah melalui inovasi (produk baru, system baru, yang lebih cepat, lebih baik, dsb.) ataukah lebih cenderung berpikir ‘indrawi (sensory)’ dengan menciptakan nilai tambah melalui ‘timing’ yang tepat.

Bill Gates adalah contoh yang tepat untuk orang ‘intuitive’ dengan menciptakan inovasi. Ia lebih fokus ke ‘hasrat intinya’ yaitu ‘menciptakan masa depan’ sebagai ‘Chief Software Architect’ di Microsoft dan menyerahkan segala urusan manajemen kepada orang lain. Sedangkan disisi yang lain, Donald Trump merupakan contoh yang baik bagi orang yang mengandalkan ’sensory’ (melalui mata, telinga dan tindakannya melakukan deal making) yang tak membutuhkan banyak hal baru.

Dari sisi daya ungkit (leverage) yang bisa kita manfaatkan, maka ada dua cara juga, yaitu apakah kita lebih berorientasi pada sistem agar mudah diduplikasi atau MULTIPLY ataukah lebih mengandalkan pada SDM dan komunikasi agar mudah dibesarkan atau MAGNIFY. Orang-orang yang berkepribadian introvert lebih cocok me-leverage bisnisnya dengan MULTIPLY agar tidak tergantung dengan dirinya seorang. Sebaliknya orang-orang ekstrovert yang sangat people oriented (bukan process oriented) lebih cenderung me-leverage bisnisnya dengan MAGNIFY.

Akhirnya, dari dua komponen VALUE dan LEVERAGE maka terbentuklah empat sisi segi empat Wealth Dynamics, yaitu bagian atas dan bawah menunjukkan nilai tambah, sedangkan sisi kanan dan kiri menunjukkan dimensi leverage.

Marilah kita lihat satu per satu dari delapan profil tersebut :

1. Creator (pencipta), mengambil sifat-sifat umum spring (musim semi) dimana kehidupan dinamis mulai tumbuh kembali. Mereka berpikiran dinamis, intuitif, inovatif dan melompat-lompat (tidak linear). Hasilnya adalah produk baru atau sistem baru yang unik. Kelemahannya adalah mereka kurang fokus bila menghadapi banyak project dan kurang senang detail. Orang seperti ini diwakili oleh Bill Gates, Walt Disney, Richard Branson, Steven Spielberg dan mungkin Helmy Yahya.

2. Star (bintang), berada diantara Creator dan Supporter. Mereka memiliki kepribadian yang menarik, mudah memukau orang lain, energinya dahsyat, semangatnya juga top dan merasa nyaman sebagai public figure. Beberapa contohnya adalah Oprah Winfrey, Michael Jordan, David Beckham dan Tung Desem Waringin.

3. Supporter (pendukung), digambarkan sebagai summer (musim panas) sebagai lambang waktunya bersenang-senang dan bepergian, karena mereka merupakan orang yang sangat hebat dalam membangun hubungan ‘interpersonal’ dan jago memimpin orang. Contohnya adalah Jack Welch, Michael Eisner dan TP Rachmat (Astra).

4. Deal Maker (juru runding), adalah komunikator, negosiator dan pembujuk alami yang handal. Contohnya adalah Donald Trump, Rupert Murdoch dan Li Kashing. Mereka merupakan profil antara Supporter dan Trader, sehingga memiliki kepekaan terhadap timing yang tepat sambil tetap berorientasi kepada orang..

5. Trader (pedagang), diumpamakan sebagai autumn (musim gugur) yang menitikberatkan pada pertanyaan ‘kapan’ yang berarti mereka sangat berorientasi pada timing dalam melihat peluang dan memprediksi keuntungan. Tidak seperti Creator yang menciptakan sesuatu dari nol, maka Trader hanya mengelola produk yang telah ia beli untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Contohnya adalah George Soros. Kelemahan Trader adalah reaktif, kurang kreatif dan bila mengikuti sistem yang salah maka akan susah memperbaikinya.

6. Accumulator (pengumpul), berada diantara Trader dan Lord, sehingga memiliki kekuatan keduanya, yaitu pedagang yang sistematis dan sabar. Tokohnya adalah Warren Buffet dan Robert Kiyosaki. Warren Buffet adalah contoh investor yang membeli perusahaan untuk dikembangkan, bukan langsung menjualnya ala Trader murni. Sedangkan Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya menunjukkan bahwa ia mengakumulasi harta dengan membeli property terbaik atau saham unggulan, untuk mendapatkan keuntungan dan passive income.

7. Lord (sang Bijak), dianalogikan sebagai winter (musim dingin), suatu keadaan yang statis dan stabil, yang merupakan ciri orang introvert. Mereka adalah orang yang tenang, terkendali, bijaksana, terstruktur (sangat detail). Profil ini diwakili oleh John D.Rockefeller, Paul Getty, Andrew Carnegie, Laksmi Mittal dan mungkin Hilmi Panigoro. Kelemahan Lord adalah agak sulit menerima perubahan dan sering kurang PD dalam mengambil keputusan.

8. Mechanic (mesin), adalah profil antara Lord dan Creator. Kekuatan tipe ini adalah berpikir secara sistematis, sensitif terhadap kinerja sistem, kemampuan memperbaiki, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka mencoba. Namun bila strateginya tidak jelas, mereka akan kehilangan fokus dan berpindah haluan. Contoh Creator adalah Ray Kroc (Mc Donald’s), Sam Walton (Wal Mart) dan Jeff Bezos (Amazon.com). Mereka selalu mampu menerjemahkan ide Creator menjadi sistem yang running well dan established.

Dari kedelapan Wealth Profile diatas, manakah yang merupakan kecenderungan Anda ? Jika bukan satu profil, bisa jadi Anda memiliki dua profil (satu primer, dua sekunder), atau malah tiga profil sekaligus (satu primer, dua sekunder).

Jika Anda berhasil menemukan profil yang memang benar-benar milik Anda, maka saya (sorry, Roger Hamilton) menjamin bahwa Anda akan bisa membangun kekayaan dengan cepat dan mulus laksana ‘ngebut di jalan tol yang bebas hambatan’ (bukan jalan tol yang sering macet seperti di Jakarta). Sedangkan orang yang mengejar kekayaan padahal ia tidak tahu Wealth Profile-nya, maka ia seperti orang yang ‘berkendara di jalan yang tak pernah dilaluinya’ bisa jadi ‘jalan tikus’ yang berliku-liku atau ‘gang kelinci’ yang banyak ‘polisi tidur’-nya. Sudah bisa ditebak, Anda akan menjadi seorang ahli ‘trial & error’ (mudah-mudahan tidak error melulu, he..he..).

Bila Anda masih bingung dengan Wealth Profile Anda, don’t worry, cukup klik disini untuk melakukan test. Tapi yang ini tidak gratis, melainkan cukup membayar US$ 100 saja (murah atau mahal, terserah Anda ?). Dan kalau Anda masih belum puas juga, silahkan ikut Stealth Wealth Weekend-nya Roger Hamilton. Lumayan hanya puluhan juta rupiah. (eh.. malah promosi si Roger). Anyway, Selamat mencoba dan menemukan Wealth Profile Anda. Wish You Luck. (SA).


Wealth Definition

October 21, 2007 By: cipto Category: Money & Wealth No Comments →

Setidaknya saya menemukan lima pengertian atau definisi tentang kaya atau kekayaan. Cobalah Anda simak dan temukan definisi yang paling cocok buat Anda. Tapi ingat, yang paling penting bukan definisinya, melainkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membangun kekayaan Anda sendiri agar bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.

Mari kita lihat satu per satu.

Pertama, majalah FORBES, majalah yang selalu mengumumkan Daftar Orang-orang Terkaya di Dunia setiap tahunnya, mendefinisikan kaya secara kuantitatif. Orang disebutnya KAYA apabila ia mempunyai kekayaan bersih (net worth) minimal US$ 1 Juta per tahun.

Secara lebih detail, penggolongannya adalah sebagai berikut :

MISKIN : US$ 25,000 atau kurang per tahun

KELAS MENENGAH : US$ 25,000 - 100,000 per tahun

MAKMUR : US$ 100,000 - 1 Juta per tahun

KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per tahun

ULTRA KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per bulan

Kalau untuk negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, maka batasan US$ 1 Juta cukup pas untuk mulai disebut kaya. Mereka inilah yang disebut dengan millionaire (jutawan dalam dolar). Tetapi untuk negara-negara miskin dan negara sedang berkembang seperti Indonesia, rasanya batasan US$ 1 Juta terlalu tinggi untuk sekedar disebut kaya.

Pendapat saya pribadi, untuk ukuran Indonesia, maka Rp 1 Milyar rasanya cukup pantas untuk disebut sebagai orang kaya. Maka julukannya adalah Milyader (dalam Rupiah). Saya yakin Anda sudah merasa kaya dengan Rp 1 M ditangan. Milyarder rek !

Kedua, Thomas J. Stanley & William D. Danko (penulis buku Millionaire Next Door) memiliki definisi sendiri tentang kekayaan. Menurutnya, kaya berarti memiliki asset atau harta dengan nilai tertentu yang bertumbuh secara significant. Kekayaan dinilai secara relatif, berdasarkan usia seseorang dan penghasilannya. Semakin tua dan semakin tinggi penghasilannya, maka seharusnya semakin besar kekayaan bersih yang dikumpulkannya.

Secara matematis mereka menggambarkannya sebagai berikut :

KEKAYAAN BERSIH YANG DIHARAPKAN

= USIA X PENGHASILAN TAHUNAN SEBELUM PAJAK (semua sumber kecuali warisan) DIBAGI 10

Lebih lanjut, Stanley & Danko membagi menjadi 3 katagori orang kaya :

1. Prodigious Accumulator of Wealth (PAW) : Kekayaan bersih lebih besar dari 1X (misalnya 2X atau lebih) kekayaan yang diharapkan

2. Average Accumulator of Wealth (AAW) : Kekayaan bersih mendekati atau kira-kira sama dengan kekayaan yang diharapkan

3. Under Accumulator of Wealth (UAW) : Kekayaan bersih dibawah (1/2 atau kurang) dari kekayaan yang diharapkan

Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.

Siapa yang lebih kaya ?

Contoh 1 : Adi berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 2,5 Juta per bulan. Saat ini Adi memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 290 Juta.

Contoh 2 : Ali berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 10 Juta per bulan. Bila dihitung, kekayaan bersih Ali saat ini sebanyak Rp 300 Juta.

Menurut Stanley & Danko, Adi masuk katagori PAW sedangkan Ali hanya UAW (coba Anda buktikan dengan menghitung pakai rumus diatas). Artinya Adi jauh lebih kaya dari Ali karena Adi mampu mengakumulasikan harta relatif lebih banyak daripada Ali.

Ketiga, Robert Kiyosaki melalui bukunya Rich Dad Poor Dad dan Cash Flow Quardrant, membuat definisi lain tentang kekayaan. “Kekayaan (wealth) adalah berapa lama anda bisa bertahan dengan hidup seperti sekarang jika anda memutuskan untuk berhenti bekerja saat ini”. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja secara aktif, menukar waktu Anda dengan uang. Jadi dalam hal ini Kiyosaki memandangnya dari segi waktu (berapa lama), bukan dari besarnya kekayaan yang kita miliki.

Keempat, Burke Hedges, penulis buku The Parable of Pipeline dan Copycat Marketing 101, mengemukakan definisi kekayaan yang mirip dengan Robert Kiyosaki. Namun ia memandangnya dari sisi yang lain. Begini katanya : “Kaya adalah kalau kita memiliki cukup uang dan cukup waktu untuk melakukan apapun yang kita inginkan kapanpun kita mau”.

Jadi menurut Burke Hedges, orang disebut kaya sejati apabila is memiliki kebebasan memilih (freedom to choose) terhadap apapun yang akan dilakukannya. Jadi tujuan utamanya adalah freedom.

Kelima, Roger Hamilton memiliki definisi yang agak berbeda. Ia mengatakan bahwa “Wealth is not how much money you have.Wealth is what you are left with when you lose all your money”.Dengan kata lain, kekayaan adalah sesuatu yang tertinggal di diri kita jika kita kehilangan semua yang kita miliki. Jadi dimanapun Anda ditempatkan bahkan di daerah yang tidak Anda kenal sekalipun dan Anda tidak mengenal siapapun, Anda tetap bisa kaya lagi dengan cepat.

Definisi Roger ini sangat menarik, karena yang terpenting bukan kekayaan itu sendiri, melainkan nilai tambah (value) yang bisa kita berikan untuk membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya. Dari sinilah maka kekayaan akan tercipta dengan sendirinya.

Dalam hal ini barangkali kita bisa mencontoh Donald Trump dimana ia pernah jatuh bangkrut di tahun 90-an dengan posisi utang 800 juta dollar. Iapun sampai iri dengan seorang pengemis yang menurutnya “lebih kaya” darinya senilai 800 juta dollar. Tetapi dasar memang ia memiliki value yang dahsyat, maka dalam hitungan beberapa tahun saja, Donald Trump telah berhasil meraih kembali “mahkotanya” dan tercatat sebagai salah seorang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Inilah tipe orang kaya sejati. Kekayaan telah “built in” dalam dirinya, dengan segala reputasi, passion, ide, dan network yang telah mereka bina selama ini. Mereka menjadi magnet bagi kekayaan. Siapkah Anda menjadi kaya ?. Wish You Luck. (SA).

Prinsip 90/10 ala Stephen Covey

October 20, 2007 By: cipto Category: Attitude 1 Comment →

Selama ini kita mengetahui apa yang disebut dengan Prinsip 80/20 yang lebih dikenal dengan Prinsip Pareto. Prinsip ini mengatakan bahwa lebih kurang 80% HASIL berasal dari 20% (atau kurang) PENYEBAB.

Meminjam analogi Prinsip 80/20, Stephen Covey, pengarang buku laris The Seven Habits of Highly Effective People, mempopulerkan Prinsip 90/10. Prinsip ini mengatakan bahwa 10% dari hidup kita ditentukan oleh apa yang terjadi dan 90% ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi terhadap kejadian-kejadian itu.

Maksudnya adalah bahwa kita tidak bisa mengontrol terhadap 10% dari apa yang terjadi kepada kita. Sebagai contoh kita tidak bisa mengontrol kemacetan di jalan raya. Kita tidak bisa mengontrol bila pesawat yang kita tumpangi ternyata delay. Kita juga tidak bisa mengontrol harga minyak dunia yang terus melambung.

Tetapi tentu sangat berbeda dengan 90% sisanya. Anda bisa mengendalikannya. Bagaimana caranya ? Yaitu melalui reaksi atau respon yang Anda pilih.

Anda tidak bisa mengontrol kemacetan di jalan, tetapi Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda lakukan ketika menemui kemacetan. Anda bisa melamun saja, menggerutu, mengumpat atau menyalahkan pemerintah yang tak segera membangun jalan baru. Atau Anda bisa mendengarkan musik kesukaan, mendengarkan audio CD motivasi, menghubungi relasi atau membalas e-mail penting melalui PDA atau smartphone Anda (tentu yang ini bila Anda punya sopir atau tidak sedang dibelakang kemudi). Intinya, Anda punya porsi 90% untuk melakukan apapun apakah yang tidak bermanfaat atau yang bermanfaat.

Anda tidak tahu bila ternyata pesawat yang akan Anda tumpangi delay, tetapi Anda bisa memilih reaksi Anda ketika petugas di bandara mengumumkan bahwa pesawat Anda delay dua jam. Anda bisa kesal, marah-marah atau mengajak berantem si petugas karena pengumumannya terlambat. Anda bisa sabar menunggu sambil membaca koran, tidur di ruang tunggu keberangkatan, surfing internet, mencari kenalan baru atau pergi ke cafe. Anda punya banyak sekali pilihan.

Begitu juga, Anda tidak bisa mengontrol melambungnya harga minyak yang mendekati US$100 per barrel. Apa yang bisa Anda lakukan ? Bahkan Presiden OPEC-pun tak bisa berbuat banyak, sami mawon dengan Presiden SBY yang notabene bakal pusing juga karena negara ini ‘net importer’ minyak. Tetapi di balik itu, Anda tetap bisa mengontrol agar biaya produksi barang-barang Anda tidak melambung tinggi. Anda bisa memakai energi alternatif selain minyak, Anda bisa melakukan negosiasi ulang dengan transporter atau forwarding atau rekanan ekspedisi Anda, Anda bisa melakukan efisiensi di berbagai bidang, Anda bisa menaikkan produktivitas melalui SDM, mesin atau sistem yang Anda miliki atau bila memungkinkan Anda bisa menaikkan harga jual atau apapun agar perusahaan Anda bisa tetap profitable dan competitive. Biarlah anjing menggonggong (maksud saya ‘harga minyak melambung’) kafilah tetap berlalu (maksud saya ‘produksi harus tetap jalan’, ‘dapur harus tetap mengepul’).

Jutaan orang menderita karena keadaan. Ada yang kehilangan pekerjaan, ditinggal sahabat, sedih, stress, depresi, bahkan banyak yang bunuh diri. Bagi mereka seolah-olah dunia ini bersekongkol untuk memusuhi mereka. Hari-hari jelek diikuti oleh hari-hari jelek berikutnya. Semuanya terasa suram, termasuk masa depan mereka. Ada yang pasrah dengan mengatakan : “Ah memang nasibku begini”. Ada juga yang ujung-ujungnya menyalahkan Tuhan yang dituduh tidak adil.

Di lain pihak, pada situasi dan kondisi yang sama, jutaan orang yang lain tetap bisa menikmati hidup bahkan semakin berbahagia. Mereka terus bisa berkarya dan bisa bermanfaat bagi orang lain dan dirinya sendiri. Mereka tidak fokus pada kejadian yang tidak bisa dikendalikannya, tetapi mereka fokus kepada apa yang bisa dilakukannya. Mereka menemukan solusi di setiap masalah. Mereka melihat peluang di setiap krisis.

Apa yang membedakan ‘nasib’ kedua kelompok ini ? Karena kelompok pertama hanya berfokus pada yang 10%, hal-hal yang tak bisa dikendalikannya, sedangkan kelompok yang kedua berfokus kepada yang 90%, respon mereka, apa yang bisa mereka lakukan.

Keduanya mulai dari titik ’start’ yang sama, situasi dan kondisi yang sama. Tetapi cara pandang keduanya berbeda, paradigma berpikirnya berbeda, maka tindakannya berbeda. Hasilnya sudah pasti berbeda.

Bagaimana dengan Anda ? Terserah mau pilih yang mana. Tetapi untuk mengubah hidup Anda menjadi lebih baik, hanya ada satu pilihan. Terapkan Prinsip 90/10 dalam setiap kejadian. Terjadilah yang 10% dan kendalikanlah yang 90%. Wish You Luck. (SA).

Attracting the Right Human Capital with NLP

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

2 days intensive Workshop

Proses recruitment atau penarikan tenaga kerja di perusahaan menempati posisi yang crusial sehingga harus dilakukan dengan cermat dan akurat.

Prinsip Long Term Employment menyadarkan kita bahwa sekali kita merekrut seseorang sebagai karyawan berarti kita bertanggung jawab atas pemberdayaan, pengembangan dan kesejahteraannya hingga pensiun.

Bilamana sampai terjadi kekeliruan dan memilih dan menempatkan tenaga kerja, maka dampak negatif bagi perusahaan bukan hanya kerugian finansial, tapi juga waktu, kesempatan, citra perusahaan dan berbagai ketidaknyamanan lainnya.

Banyak tools yang dikembangkan untuk membantu proses seleksi, seperti Targeted Selection, BEI, Competency Based Interview, DISC, dan Leaderless Group Discussion. Semua tools ini memiliki kelebihan masing-masing untuk meningkatkan akurasi seleksi. Di sisi lain, praktisi HRD atau perekrut membutuhkan kemampuan agar dapat memanfaatkan semua tools dengan efektif, terutama kemampuan berKOMUNIKASI baik VERBAL maupun NON VERBAL, seperti memahami jalan pikiran, mengkalibrasi strategi berfikir, menDETEKSI adanya informasi PALSU atau KEBOHONGAN, sampai teknik mengKLARIFIKASI untuk menggali informasi yang masih tersembunyi (DEEP STRUCTURE), tidak sekadar menyerap informasi yang terbuka (SURFACE STRUCTURE).

NLP sebagai TEKNOLOGI yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi PIKIRAN MANUSIA, dengan pola UNCONSCIOUS COMMUNICATION, teknik KLARIFIKASI dan seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya MEMASTIKAN bahwa proses KOMUNIKASI dalam proses perekrutan berjalan EFEKTIF. Mulai dari teknik mengKOMUNIKASIKAN adanya peluang kerja, sampai pada proses SELEKSI, dengan teknik mengeliminasi hambatan-hambatan komunikasi, teknik kalibrasi, teknik deteksi dan teknik klarifikasi untuk mendapatkan informasi yang sebenarnya, sampai pada teknik induksi untuk proses orientasi karyawan baru.


MANFAAT

Setelah mengikuti workshop, peserta:

• Memahami permasalahan dan tantangan dalam proses rekrutmen dan seleksi

• Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan tugas rekrutmen dan seleksi

• Mampu merancang media sourcing yang mudah dipahami dan menarik minat

• Mampu melakukan teknik pendekatan dan membangun kepercayaan untuk mengurangi hambatan komunikasi dan hubungan interpersonal

• Mampu menggunakan teknik komunikasi 3V (verbal, vocal, visual) secara efektif

• Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali informasi secara cermat, baik yang terbuka (surface structure) maupun tersembunyi (deep structure)

• Mampu mendeteksi adanya kebohongan dan informasi palsu yang menyesatkan

• Mampu mengarahkan dan mempengaruhi pemahaman dalam proses negosiasi dan induksi

MATERI

• Tantangan dan permasalahan dalam proses rekrutmen dan seleksi • NLP, teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology) • Fungsi dua belahan otak (double hemisphere) dan pikiran bawah sadar (unconscious mind) • Sistem Representasi dan Realitas Internal (Represntational Systems) • Teknik Pendekatan dan Membangun Kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading) • Teknik komunikasi linguistic, paralinguistic & body language • Teknik klarifikasi Meta Model • Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues • Teknik mengarahkan dan mempengaruhi pemahaman (hypnotic pattern) dalam proses negosiasi dan induksi


PESERTA

• Praktisi Manajemen SDM (Direktur, Manajer, Staf Rekrutmen)

• Line Managers

• dan lain-lain


Applied NLP for SUPER SELLING

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program 2 Comments →

2 days applied Workshop

Human Capital atau modal sumber daya manusia (SDM) adalah pelaku utama, karena merupakan penentu berfungsi atau tidaknya modal organisasi yang lain. Mengelola SDM adalah salah satu fungsi kunci dalam organisasi karena menentukan berhasil tidaknya pencapaian Misi dan Objective organisasi. Sales Person, sebagai ujung tombak perusahaan untuk menghasilkan transaksi penjualan, memiliki fungsi yang vital karena harus mampu untuk menampilkan citra positif perusahaan sekaligus menjual produk sebanyak mungkin. Untuk menjalankan peran ini, dibutuhkan pembentukan pribadi yang fleksibel dan elegan, serta mampu tampil meyakinkan dan persuasive dalam setiap interaksi dan komunikasi bisnis dengan customer. NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah pendekatan paling mutakhir dalam teknologi pemberdayaan dan optimalisasi cara kerja pikiran/otak manusia yang berimplikasi pada peak performance dan personal excellence individu karena pada dasarnya mental dan fisiologis manusia dikendalikan oleh pikiran (conscious dan subconscious). Penerapan NLP pada dunia bisnis dan pengembangan Human Capital telah terbukti memberikan kontribusi yang luar biasa, karena mampu melakukan perubahan paradigma dan perilaku secara nyata dalam waktu relatif singkat dan membekali individu dengan teknik-teknik praktis dan aplikatif namun sangat nyata manfaatnya untuk mencapai peak performance.


MANFAAT

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta (Sales Person):

o Menyadari, mengetahui dan memahami peran dan posisi Sales Person dan mampu memprogram diri untuk mencapai peak performance o Menyadari dan memahami tantangan dan peluang dalam menjalankan peran sebagai Sales Person. o Memahami strategy dan proses berfikir customer dalam aktivitas selling o Mampu membangun kepercayaan, menjalin hubungan interpersonal dan komunikasi bisnis yang efektif dengan customer o Mampu melakukan presentasi, menjelaskan product dan mengemukakan gagasan dengan jelas, mudah dipahami, diterima dan diyakini oleh customer dengan menggunakan pola komunikasi bawah sadar o Mampu mengarahkan, meyakinkan, mempengaruhi dan membentuk hasrat customer sesuai dengan pola berfikir customer o Mampu menyikapi dan menyiasati keberatan customer secara elegan dan akseptabel o Mampu mengikat komitmen customer dan membangun pondasi hubungan jangka panjang

GARIS BESAR PROGRAM

1. State of Sales Person (Role Awareness and Internalization) : Personal Excellence, Breaking Mental Block & Disempowering Belief, Confidence & Motivation Building, State of Sales Person

2. Challenges and Opportunities in Selling : Eliciting Customer Needs, Constructing Customer Desire

3. Interpersonal Skill : Representational System & Preferred Communication Model, Building Trust c. Customer Strategy Calibration

4. Communication Skill : Internal Reality & External Reality, Breaking communication barrier, Optimizing 3V (verbal, vocal, visual)

5. Persuasive Selling Mastery : Unconscious Communication Principles, Question & Answer Technique, Hypnotic Language Pattern

6. Handling Objection : Clarification Technique, Giving feedback and self affirmation, Directing Problem Solving and Acceptance


7. Commitment Building : Eliciting Awareness, Forming well-formed Outcome, Future Pacing


PESERTA

• Sales Manager, Sales Supervisor, Sales Person

• dan lain-lain



Support Your Boss Effectively

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

(NLP for Secretary)

Full Day Applied Workshop

Posisi Sekretaris atau Asisten Pribadi sangat strategis dan mengambil bagian vital dari kelancaran dan keberhasilan seorang Direktur atau Pimpinan. Kemampuan berkomunikasi untuk memahami pemikiran dan gagasan atasannya, serta kemampuan untuk mensupport atasan dengan feedback yang relevan dan saran-saran alternatif untuk pengambilan keputusan adalah nilai utama seorang sekretaris atau asisten pribadi. Keluhan atau kekurangpuasan atasan harus direspon secara positif dan efektif dengan action yang nyata dan pemecahan masalah secara konkrit. NLP sebagai teknologi optimalisasi fungsi otak dan pikiran manusia membekali para sekretaris dan asisten pribadi dengan teknik-teknik yang praktis, aplikatif dan relevan untuk memastikan sikap, kemampuan dan ketrampilan mensupport atasan secara optimal, relevan dan efektif.


MANFAAT

• Mampu mengenali dan menyesuaikan diri dengan pola komunikasi atasan • Mampu memahami, mengklarifikasi dan melaksanakan instruksi atasan dengan cermat dan akurat • Mampu mensupport atasan dengan saran dan feedback yang relevan • Mampu merespon keluhan atasan dengan pemecahan masalah secara konkrit • Mampu melakukan komunikasi bisnis secara secara efektif, baik internal maupun external, baik lisan maupun tertulis

GARIS BESAR MATERI

• NLP, Cara Kerja Otak dan Pikiran Manusia, serta Hubungannya dengan lingkup tugas Sekretaris dan Asisten Pribadi • Mengenali dan Menyesuaikan diri dengan Pola Komunikasi dan Strategi Berfikir Atasan untuk memastikan pemahaman dan kerja sama yang baik • Pemanfaatan tingkat logika berfikir untuk Mensupport atasan dengan Memberikan Feedback, saran-saran untuk Pengambilan Keputusan, serta alternatif Pemecahan Masalah secara konkrit • Teknik Komunikasi, Klarifikasi dan Persuasi Praktis dengan Optimalisasi Cara Kerja Otak dan Pikiran Bawah Sadar untuk memastikan efektivitas komunikasi, baik dengan atasan maupun pihak eksternal


PESERTA

Sekretaris, Personal Assistant, General Affairs Staff, dll


Solution-focused Counseling with NLP

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

2 days intensive Workshop

Masalah produktivitas di perusahaan erat kaitannya dengan personal state karyawan yang bersangkutan. Karyawan bermasalah adalah bagian dari tantangan produktivitas yang harus disiasati secara efektif., baik oleh atasan langsungnya maupun pihak HRD. Banyak pendekatan dalam proses Counseling, baik directive maupun non directive yang bertujuan membantu karyawan mengatasi masalahnya. Di sisi lain proses Counseling menjadi tidak efektif karena gagal menemukan akar permasalahan yang sebenarnya, sehingga solusi yang muncul juga tidak menyelesaikan problem yang mendasar. Counseling yang efektif dimulai dengan proses penggalian informasi, klarifikasi dan konfirmasi atas permasalahan yang mendasar dan berpengaruh terhadap kinerja individu. Kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah dengan mengarahkan untuk menemukan alternatif solusi secara mandiri. Di bagian akhir perlu dibangun tujuan yang nyata dan terukur dan ditutup dengan mengikat komitmen untuk menjalankan action plan secara konkrit. Langkah-langkah ini hanya bisa dilakukan bila memiliki kemampuan teknik komunikasi, kalibrasi dan klarifikasi untuk memastikan akurasi informasi, serta kemampuan memahami cara kerja pikiran dalam menemukan alternatif pemecahan masalah. NLP sebagai TEKNOLOGI yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi PIKIRAN MANUSIA, dengan pola UNCONSCIOUS COMMUNICATION, teknik KOMUNIKASI dan seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya MEMASTIKAN bahwa proses KOMUNIKASI dalan proses Counseling berjalan EFEKTIF untuk menemukan akar permasalahan, menemukan alternatif solusi dan mengikat komitmen pencapaian tujuan secara konkrit, sehingga karyawan dapat menampilkan KINERJA yang PRODUKTIF.


MANFAAT

Setelah mengikuti workshop, peserta:

• Memahami permasalahan dan tantangan dalam proses counseling • Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan counseling • Mampu melakukan teknik pendekatan dan membangun kepercayaan untuk mengurangi hambatan komunikasi dan hubungan interpersonal • Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali pemasalahan (yang sebenarnya) secara cermat • Mampu mendeteksi adanya informasi yang menyesatkan atau kebohongan • Mampu memberikan feedback secara efektif dan mengarahkan pada pemecahan masalah secara mandiri • Mampu mengikat komitmen, memotivasi dan mengarahkan pada pencapaian tujuan secara konkrit

MATERI

• Tantangan dan permasalahan dalam counseling • NLP, teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology) • Pemanfaatan komunikasi dengan pikiran bawah sadar (unconscious mind) • Sistem Representasi dan Realitas Internal (Represntational Systems) • Teknik Pendekatan dan Membangun Kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading) • Teknik komunikasi linguistic, paralinguistic & body language • Teknik klarifikasi Meta Model • Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues • Teknik mengarahkan pada pemecahan masalah menggunakan neurological level • Teknik membentuk tujuan yang SMART (well-formed outcome) • Teknik memotivasi dan mengikat komitmen pada pencapaian tujuan secara konkrit (future pacing).

PESERTA

• Praktisi Manajemen SDM (Direktur, Manajer, Staf Rekrutmen)

• Manajer, Supervisor dan Atasan yang memiliki Anak Buah

• dan lain-lain


Managing Harmonious Industrial Relation with NLP

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

Inti hubungan industrial adalah berlangsungnya kerjasama saling menguntungkan antara pengusaha dan pekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Produktivitas pekerja yang berimplikasi pada tercapainya tujuan bisnis perusahaan ditentukan oleh rasa aman, saling percaya, kerelaan serta kesadaran akan posisi masing-masing. Kondisi harmonis seperti ini hanya dapat diciptakan dengan komunikasi yang efektif, yaitu mudah dipahami, mudah diterima, dan dilakukan dengan kemauan dan kesungguhan. Lembaga yang menjembatani antara pengusaha dan pekerja seperti SP, SB, IK, LKS bipartit dan mediator ketenagakerjaan banyak berperan dalam memperlancar arus komunikasi. Di sisi lain, media sosialiasi kebijakan perusahaan, maupun proses perundingan dan negosiasi harus dilakukan dengan komunikasi yang efektif, untuk menghindari kesalahpahaman, kecurigaan, dan ketidakpercayaan yang bermuara pada perselisihan. NLP (Neuro Linguistic Programming) sebagai teknologi yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi pikiran manusia, dengan pola unconscious communication, teknik klarifikasi dan seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya memastikan bahwa proses komunikasi berjalan efektif untuk menciptakan atmosfir hubungan industrial yang harmonis dan produktif.

MANFAAT

Setelah mengikuti workshop, peserta:

• Memahami tentang cara kerja otak/pikiran manusia dalam menerima dan merespon informasi • Mampu memprogram pikiran untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi • Mampu melakukan teknik pendekatan (rapport) untuk mengurangi hambatan komunikasi dan membangun kepercayaan (trust building) • Mampu menggunakan teknik komunikasi 3V (verbal, vocal dan visual) dalam komunikasi hubungan industrial secara efektif • Mampu mengenali dan menyesuaikan model komunikasi (preference communication model) dengan partner komunikasi • Mampu merancang media sosialisasi yang efektif dengan menggunakan prinsip-prinsip cara kerja otak (double hemisphere), agar menarik, mudah dipahami dan mudah diterima • Mampu menggunakan tenik bertanya dan clarification technique (meta model) dalam menggali informasi secara akurat, baik yang terbuka maupun tersembunyi (deep structure) • Mampu menggunakan neurological level untuk mengatasi keberatan dan mengarahkn pada pemecahan masalah • Mampu menggunakan hypnotic pattern dalam menyampaikan gagasan secara jelas dan jelas meyakinkan agar mudah dipahami dan diterima dalam proses negosiasi dan perundingan

MATERI

• Challenges in Handling Industrial Relation

• NLP & principles of human mind

• State of Communicator programming

• Representational system & preferred communication system

• Modality / Sub Modality & Double Hemisphere function for communication media

• Pacing & Leading for building trust

• Optimizing 3V for effective communication

• Using meta model as clarification technique

• Using neurological level & hypnotic pattern for negotiation and bargaining

PESERTA

• Praktisi Manajemen SDM (Direktur, Manajer, Staf Rekrutmen)

• Para Manager dan Supervisor

• dan lain-lain


Effective Supervisory Management with NLP

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →


2 days Applied Workshop

Supervisor sebagai wakil Management yang terdekat dengan karyawan memiliki fungsi yang vital karena harus mampu menjadi jembatan untuk menerjemahkan Visi Perusahaan dan menderivasinya untuk dioperasionalkan bersama-sama dengan karyawan lainnya. Di sisi lain, Supervisor mengemban amanah untuk mampu menyerap dan mengkomunikasikan aspirasi karyawan sebagai input bagi Perusahaan untuk menjaga congruency dalam tubuh perusahaan, agar tidak muncul ketimpangangan yang berpotensi menyulut conflict dan perpecahan yang kontraproduktif bahkan dapat mengancam eksistensi organisasi.

MANFAAT

Setelah mengikuti training ini, peserta (Supervisors):

1. Menyadari, mengetahui dan memahami peran dan posisi Supervisor dalam Organisasi Bisnis.

2. Menyadari dan memahami tantangan dan peluang dalam menjalankan peran sebagai Supervisor.

3. Mampu melakukan hubungan interpersonal dan komunikasi yang efektif dengan tim kerjanya

4. Mampu mengarahkan, meyakinkan, mempengaruhi dan menggerakkan tim kerjanya untuk mencapai tujuan organisasi

5. Mampu melakukan coaching dan training untuk meningkatkan kompetensi tim kerjanya agar dapat memenuhi tuntutan kebutuhan organisasi

6. Mampu melakukan counseling kepada tim kerjanya untuk mengarahkan pada visi pribadi yang sejalan dengan visi perusahaan, serta mengarahkan pemecahan masalah (problem solving) yang dihadapi tim kerjanya.

7. Mampu membangun tim kerja yang solid, menciptakan saling pengertian dan mengembangkan kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

GARIS BESAR PROGRAM



1. State of Supervisor
(Role Awareness and Internalization) :Personal Excellence, Breaking Mental Block & Disempowering Belief, Confidence & Motivation Building, State of Leader.


2. Challenges in Supervising :
Eliciting Awareness,Building Team Congruency,Challenging and Motivating People,Building Effective Team Work


3. Interpersonal Skill :
Individual Representational System,Building Trust,Transactional Analysis.

4. Communication Skill :Internal Reality & External Reality,Breaking communication barrier,Optimizing 3V (verbal, vocal, visual).


5. Persuasive Supervisory :Framing & Reframing,Question & Answer Technique,Hypnotic Pattern

6. Coaching & Counseling Skill :Clarifying Ambiguous Problem,Directing Problem Solving,Giving feedback and forming outcome.

7.


Team
Building

:Eliciting Team Awareness,The Power of Team,Organizing a team work




PESERTA



· Supervisor yang memiliki Anak Buah


· dan lain-lain


Preparing Pension with Confident

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

Masa pensiun (purna tugas) merupakan suatu babak kehidupan baru yang sangat krusial karena menyangkut perubahan yang sangat significant bagi hidup seseorang.

Masalah-masalah yang terjadi ketika seseorang pensiun, misalnya post-power syndrome, kesehatan yang menurun, stress, menjadi pemarah, bingung dalam menjalani sisa hidup, dll., terutama disebabkan oleh kurangnya persiapan diri, terutama mental, untuk melangkah ke dunia yang baru.

Bagi suatu perusahaan, menyelenggarakan pelatihan untuk karyawan yang akan segera pensiun, merupakan salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan yang telah mengabdi cukup lama, selain tentunya penghargaan materi berupa pesangon atau tunjangan hari tua.

Hasil Yang Diharapkan

Setelah mengikuti pelatihan ini, perserta diharapkan akan :

  1. Memiliki kesiapan mental menuju masa pensiun
  2. Mampu mengelola emosi untuk tujuan yang positif
  3. Memiliki sikap yang positif
  4. Mampu merawat kesehatannya dengan baik
  5. Memiliki pemahaman tentang pengelolaan keuangan keluarga pasca pensiun
  6. Mampu melakukan kegiatan yang menghasilkan sesuai dengan minat dan kemampuannya
  7. Memilih kuadran karir dengan tepat
  8. Mampu menangkap peluang usaha
  9. Memahami jenis-jenis bisnis dan investasi
  10. Mampu memilih jenis bisnis sesuai dengan sikon yang ada

Lamanya pelatihan adalah minimal 2 hari atau yang terbaik selama 3 hari.


Managing Family Finance for Better Future

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

Menurut survey di sejumlah perusahaan, masalah keuangan keluarga bagi karyawan, misalnya karyawan yang terjebak hutang, besar pasak dari pada tiang, tidak bisa memperbaiki taraf hidup (stagnasi) dan sebagainya, sering menjadi masalah yang mengganggu kinerja karyawan di dalam melaksanakan tugasnya.

Permasalahan utamanya tidaklah semata-mata karena gajinya yang kecil atau tidak mencukupi biaya hidupnya, melainkan juga disebabkan oleh pengelolaan keuangan keluarga yang salah.

Program pelatihan ini akan membantu karyawan di dalam mengelola keuangan keluarganya masing-masing agar memiliki kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Apabila semua karyawan mampu mengelola keuangan keluarganya dengan baik, maka perusahaan-pun akan menikmati dampaknya, yaitu berkurangnya masalah-masalah kinerja karyawan karena persoalan keluarga (terutama yang menyangkut keuangan).

Dengan demikian maka semua karyawan akan mampu bekerja dengan tenang, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kinerjanya masing-masing. Perusahaan juga akan happy karena keuntungan sudah di depan mata.

Hasil Yang Diharapkan

Setelah mengikuti pelatihan ini, perserta diharapkan akan :

  1. Mengetahui arti pentingnya tujuan keuangan keluarga
  2. Memiliki sikap positif terhadap uang
  3. Mampu membuat perencanaan keuangan keluarga
  4. Mampu mengelola pengeluaran atau uang belanja dengan bijak
  5. Mampu memperbesar harta (asset) secara produktif
  6. Mampu memandang hutang secara positif dan proporsional
  7. Memiliki kesadaran menabung dan mengetahui manfaatnya
  8. Mengenal berbagai instrumen investasi yang menghasilkan
  9. Mengenal perencanaan pensiun dan dana pendidikan anak
  10. Mampu melindungi penghasilannya akibat hal-hal yang tak terduga
  11. Mengetahui kiat-kiat menciptakan kekayaan

Lamanya pelatihan adalah minimal 2 hari (workshop) atau 1 hari (seminar).


BeaMal Pro-M

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

Bila Anda menginginkan :

Karyawan yang lebih beruntung dalam kehidupannya,

mindset dan attitude sebagai Marketing & Sales People yang lebih positif dalam melayani customer, mampu membangun hubungan yang lebih baik dengan customer sehingga produktivitas penjualan meningkat, dan perusahaan akan menikmati growth yang significant dan profit yang sustainable.


Maka jawabannya adalah :


WORKSHOP :


“BECOMING A MAGNET OF LUCK”

for MARKETING & SALES PEOPLE

(yang disingkat dengan BeaMaL Pro-M)


ADVANTAGE OF THE PROGRAM

Kelebihan Program ini adalah manfaatnya bagi kedua belah pihak, KARYAWAN dan juga PERUSAHAAN.

Bagi karyawan, mereka akan mengetahui cara-cara meningkatkan keberuntungan dalam hidupnya (merupakan Self Help atau Personal Development), sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari (diluar scope pekerjaan utamanya) untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sedangkan manfaat bagi perusahaan adalah untuk me-refresh & upgrade pola pikir (mindset) dan sikap mental (attitude) tentang pelayanan kepada customer serta menambah soft skill karyawan bidang Marketing & Sales dengan berbagai teknik membangun kepercayaan (trust) dan rapport (hubungan atau kedekatan) agar prestasi penjualan perusahaan meningkat bagi tercapainya growth dan sustainable profit perusahaan yang didambakan bersama.

Mengapa pelatihan ini bisa begitu ? Karena di dalam program ini sebagian dari 10 Luck Factors yang relevan akan dijabarkan ke corporate level. Satu contoh, ‘the power of giving’ dalam perspektif ‘corporate‘ akan dijabarkan menjadi ‘giving the best service’ atau ’service excellence’ kepada pelanggan dengan disertai berbagai teknik communication, interpersonal skills, building rapport dengan memakai pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) dan juga pendekatan konvensional.

Kami berani meng-claim, bahwa jarang sekali ada program yang seperti ini, karena program training biasanya hanya berfokus pada salah satu ‘Manfaat untuk Perusahaan’ saja atau ‘Manfaat untuk Karyawan’ saja.


MULTI FACETS

Program ini bukanlah hanya sekedar program motivasi yang hanya menawarkan instant spirit building, melainkan juga memberikan inspirasi, insight, skills dan how to serta perubahan sikap dan perilaku yang sifatnya lebih long term dan bisa dipraktekkan seterusnya baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis.

Materi Becoming a Magnet of Luck sendiri merupakan sintesa atau gabungan dari 5 topik utama yang telah terbukti keampuhannya, yaitu :

1.Hasil penelitian Dr, Richard Wiseman (seorang profesor di Universitas Hertfordshire, Inggris) tentang ‘Luck Factor’ .

  1. The Law of Attraction (LOA; Hukum Daya Tarik), yang setahun lalu (sampai sekarang) membuat heboh dunia dengan film ‘The Secret’ yang bahkan sempat dibahas pada ‘The Oprah Winfrey Show’. Di Indonesia-pun buku Quantun Ikhlas, yang merupakan penerapan LOA, karangan Erbe Sentanu laku keras di pasaran.
  2. Aspek spiritual yang bersumber dari ayat-ayat suci agama-agama besar yang universal
  3. Aplikasi dari teknik-teknik NLP (Neuro Linguistic Programming), serta
  4. Pengalaman penulis sendiri dalam mengubah ketidakberuntungan menjadi keberuntungan.


UNIQUE

Sebagaimana program induknya ‘Becoming a Magnet of Luck’, program inipun bisa dikatakan unik sebab kata LUCK atau FORTUNE atau hoki atau keberuntungan seringkali diartikan sebagai suatu kebetulan, untung-untungan, peruntungan (perdukunan), takhayul, perjudian atau sesuatu yang berada diluar kontrol kita, sehingga faktor keberuntungan menjadi sering disepelekan, diremehkan bahkan banyak yang (pura-pura) tidak percaya. Yang lebih kasihan lagi, ternyata banyak orang yang hanya menunggu keberuntungan dan pasrah pada nasib (alias tak berdaya, kacian deh lu….). Dan yang sangat perlu dikasihani lagi adalah orang-orang yang selalu dirundung malang, apes dan sial.


MANFAAT BAGI KARYAWAN (UNTUK DIRINYA PRIBADI)

Garis besar materi dan manfaat yang akan diperoleh karyawan untuk diterapkan bagi kehidupan pribadinya adalah sebagai berikut :

  1. Memahami makna keberuntungan yang sebenarnya.
  2. Memahami jenis-jenis keberuntungan dari tiga perspektif, yaitu perspektif Barat, perspektif Timur (baca Tiongkok) dan perspektif spiritual (agama).
  3. Mengetahui beda antara keberuntungan atau takhayul, disertai contoh-contoh takhayul dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mengetahui rumus keberuntungan, ditinjau dari bertemunya kesempatan dengan persiapan.
  5. Mengetahui jenis-jenis peluang atau kesempatan (possibility, chance & opportunity) dan cara-cara memaksimalkan terjadinya, memanfaatkannya dan mengendalikannya.
  6. Mengetahui berbagai dimensi keberuntungan yang bukan hanya sekedar dalam hal keuangan.
  7. Mengetahui 10 faktor keberuntungan dalam hidup dan cara-cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Mampu membuat goal setting atau outcome setting pribadi yang baik dan membawa keberuntungan.
  9. Mengenali intuisi dan mampu meningkatkan intuisi keberuntungan dalam hidup.
  10. Memahami ‘the power of giving’ dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  11. Mengenal makna, manfaat dan cara-cara melakukan ‘jejaring’ (networking) termasuk dengan memanfaatkan teknologi informasi.
  12. Manfaat dan cara menerapkan prinsip-prinsip ‘berpikir positif’, merasa baik (feel good) dan bersikap positif untuk meraih keberuntungan.
  13. Mengetahui manfaat dan peranan ‘curiousity’ dan berjiwa petualang dalam meningkatkan keberuntungan.
  14. Mampu mengubah kesialan menjadi keberuntungan
  15. Kekuatan pasrah, syukur dan ikhlas.

MANFAAT BAGI KARYAWAN (UNTUK PEKERJAAN ATAU PERUSAHAAN)

Garis besar materi dan manfaat yang akan diperoleh karyawan untuk diterapkan di pekerjaannya sebagai Marketing & Sales People di perusahaan serta pengaruh positifnya bagi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Mampu membuat goal setting atau objective untuk pekerjaannya sebagai Marketing & Sales People (secara kuantitatif) yang sejalan dengan target atau goal dari department, division dan perusahaan (corporate).
  2. Memahami makna dan pentingnya ‘the power of giving’ dalam bentuk ’service excellence’ yang TERBAIK bagi customersperusahaan, memahami berbagai dimensi service dan pengaruhnya bagi karir karyawan itu sendiri..
  3. Mengetahui dan mampu menerapkan teknik-teknik communication, interpersonal skills & building rapport dengan customers baik dengan memakai pendekatan NLP (pacing-leading, matching-mirroring, sistem representasi Visual, Auditory & Kinestetik, Meta Program, eyes accessing cues, komunikasi dengan Verbal, Vocal & Visual, dan lain-lain) maupun dengan pendekatan konvensional, dalam rangka untuk memberikan ’service excellence’ kepada customers perusahaan.
  4. Mengetahui manfaat sikap mental positif, misalnya rasa optimisme, pantang menyerah, menjaga citra baik perusahaan, memberikan solusi buat customer, memberikan service lebih dari yang diminta, bersikap positif kepada setiap customer’s complaint dan claim dan banyak lagi yang lainnya. Sasaran utama pelatihan ini bukan hanya sekedar mengetahui manfaatnya tetapi yang terpenting adalah mengubah paradigma yang disertai perbaikan sikap dan perilaku. Dalam kesempatan ini akan diajarkan juga teknik-teknik NLP untuk meningkatkan rasa percaya diri & antuasiame (misalnya dengan teknik anchoring, dll.)
  5. Menjadi Marketing & Sales People yang penuh dengan antusiasme, passion, semangat dan bersikap mental positif, sehingga mampu meningkatkan kepuasan pelanggan dan prestasi penjualan (sales performance) yang significant bagi perusahaan.
  6. Mengetahui cara-cara melakukan ‘jejaring bisnis’ (business networking) untuk mengangkat citra positif perusahaan bagi para stakeholders khususnya customers.
  7. Bagi perusahaan, dengan meningkatnya etos kerja dan produktivitas Marketing & Sales People, maka tentu saja akan diikuti dengan meningkatnya growth dan sustainable profit.

DELIVERY

Idealnya program ini dilakukan di suatu perusahaan (IN HOUSE) baik bertempat di lingkungan perusahaan ataupun di luar lokasi perusahaan, selama dua hari. Bila dilakukan hanya dalam waktu sehari, maka kami akan mengurangi beberapa latihan, praktek & simulasi yang akan berpengaruh pada besarnya perubahan sikap.

Sebaiknya program ini dilakukan per kelas bagi karyawan atau eksekutif di department Marketing & Sales atau bagian lain yang berhubungan dengan customer seperti Customer Service Officer, Call Center dan sejenisnya.

BeaMaL Pro

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program No Comments →

Bila Anda menginginkan :

Karyawan yang lebih beruntung dalam kehidupannya,

mindset dan attitude terhadap pekerjaan lebih positif, etos kerja dan produktivitas meningkat, dan perusahaan akan menikmati growth yang significant dan profit yang sustainable.

Maka jawabannya adalah :

WORKSHOP :

“BECOMING A MAGNET OF LUCK” for PROFESSIONAL

(yang disingkat dengan BeaMaL Pro)


ADVANTAGE OF THE PROGRAM

Kelebihan Program ini adalah manfaatnya bagi kedua belah pihak, KARYAWAN dan juga PERUSAHAAN.

Bagi karyawan, mereka akan mengetahui cara-cara meningkatkan keberuntungan dalam hidupnya (merupakan Self Help atau Personal Development), sehingga bisa diaplikasikan dalam kehidupannya sehari-hari (diluar scope pekerjaan utamanya) untuk menggapai kebahagiaan dan kesejahteraan.

Sedangkan manfaat bagi perusahaan adalah untuk me-refresh & upgrade pola pikir (mindset), sikap mental (attitude) dan menambah soft skill karyawan menjadi lebih positif sehingga bisa meningkatkan etos kerja dan produktivitas bagi tercapainya growth dan sustainable profit perusahaan yang didambakan bersama.

Mengapa pelatihan ini bisa begitu ? Karena di dalam program ini sebagian dari 10 Luck Factors yang relevan akan dijabarkan ke corporate level. Satu contoh, ‘the power of giving’ dalam perspektif ‘corporate‘ akan dijabarkan menjadi ‘giving the best knowledge, skill, attitude, behaviour & effort’ kepada perusahaan dan juga ’service excellence’ baik kepada ‘internal customers’ maupun ‘external customers’ dengan disertai berbagai teknik communication & interpersonal skills dengan memakai pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) dan juga pendekatan konvensional.

Kami berani meng-claim, bahwa jarang sekali ada program yang seperti ini, karena program training biasanya hanya berfokus pada salah satu ‘Manfaat untuk Perusahaan’ saja atau ‘Manfaat untuk Karyawan’ saja.

MULTI FACETS

Program ini bukanlah hanya sekedar program motivasi yang hanya menawarkan instant spirit building, melainkan juga memberikan inspirasi, insight, skills dan how to serta perubahan sikap dan perilaku yang sifatnya lebih long term dan bisa dipraktekkan seterusnya baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis.

Materi Becoming a Magnet of Luck sendiri merupakan sintesa atau gabungan dari 5 topik utama yang telah terbukti keampuhannya, yaitu :

1.Hasil penelitian Dr, Richard Wiseman (seorang profesor di Universitas Hertfordshire, Inggris) tentang ‘Luck Factor’ .

  1. The Law of Attraction (LOA; Hukum Daya Tarik), yang setahun lalu (sampai sekarang) membuat heboh dunia dengan film ‘The Secret’ yang bahkan sempat dibahas pada ‘The Oprah Winfrey Show’. Di Indonesia-pun buku Quantun Ikhlas, yang merupakan penerapan LOA, karangan Erbe Sentanu laku keras di pasaran.
  2. Aspek spiritual yang bersumber dari ayat-ayat suci agama-agama besar yang universal
  3. Aplikasi dari teknik-teknik NLP (Neuro Linguistic Programming), serta
  4. Pengalaman penulis sendiri dalam mengubah ketidakberuntungan menjadi keberuntungan.

UNIQUE

Sebagaimana program induknya ‘Becoming a Magnet of Luck’, program inipun bisa dikatakan unik sebab kata LUCK atau FORTUNE atau hoki atau keberuntungan seringkali diartikan sebagai suatu kebetulan, untung-untungan, peruntungan (perdukunan), takhayul, perjudian atau sesuatu yang berada diluar kontrol kita, sehingga faktor keberuntungan menjadi sering disepelekan, diremehkan bahkan banyak yang (pura-pura) tidak percaya. Yang lebih kasihan lagi, ternyata banyak orang yang hanya menunggu keberuntungan dan pasrah pada nasib (alias tak berdaya, kacian deh lu….). Dan yang sangat perlu dikasihani lagi adalah orang-orang yang selalu dirundung malang, apes dan sial.

MANFAAT BAGI KARYAWAN (UNTUK DIRINYA PRIBADI)

Garis besar materi dan manfaat yang akan diperoleh karyawan untuk diterapkan bagi kehidupan pribadinya adalah sebagai berikut :

  1. Memahami makna keberuntungan yang sebenarnya.
  2. Memahami jenis-jenis keberuntungan dari tiga perspektif, yaitu perspektif Barat, perspektif Timur (baca Tiongkok) dan perspektif spiritual (agama).
  3. Mengetahui beda antara keberuntungan atau takhayul, disertai contoh-contoh takhayul dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mengetahui rumus keberuntungan, ditinjau dari bertemunya kesempatan dengan persiapan.
  5. Mengetahui jenis-jenis peluang atau kesempatan (possibility, chance & opportunity) dan cara-cara memaksimalkan terjadinya, memanfaatkannya dan mengendalikannya.
  6. Mengetahui berbagai dimensi keberuntungan yang bukan hanya sekedar dalam hal keuangan.
  7. Mengetahui 10 faktor keberuntungan dalam hidup dan cara-cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Mampu membuat goal setting atau outcome setting yang baik dan membawa keberuntungan.
  9. Mengenali intuisi dan mampu meningkatkan intuisi keberuntungan dalam hidup.
  10. Memahami ‘the power of giving’ dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  11. Mengenal makna, manfaat dan cara-cara melakukan ‘jejaring’ (networking) termasuk dengan memanfaatkan teknologi informasi.
  12. Manfaat dan cara menerapkan prinsip-prinsip ‘berpikir positif’, merasa baik (feel good) dan bersikap positif untuk meraih keberuntungan.
  13. Mengetahui manfaat dan peranan ‘curiousity’ dan berjiwa petualang dalam meningkatkan keberuntungan.
  14. Mampu mengubah kesialan menjadi keberuntungan
  15. Kekuatan pasrah, syukur dan ikhlas.

MANFAAT BAGI KARYAWAN (UNTUK PEKERJAAN ATAU PERUSAHAAN)

Garis besar materi dan manfaat yang akan diperoleh karyawan untuk diterapkan di pekerjaannya di perusahaan serta pengaruh positifnya bagi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Mampu membuat goal setting atau objective untuk dirinya sendiri dan pekerjaannya yang sejalan dengan goal dari department, division dan perusahaan (corporate).
  2. Memahami ‘the power of giving’ dalam bentuk memberikan pengetahuan, keahlian, sikap, perilaku dan usaha yang TERBAIK bagi perusahaan, dan pengaruhnya bagi karir karyawan itu sendiri.
  3. Mengetahui dan mampu menerapkan teknik-teknik communication & interpersonal skills baik dengan memakai pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming) maupun dengan pendekatan konvensional, dalam rangka untuk memberikan ’service excellence’ kepada ‘internal customers’ dan juga ‘external customers’ perusahaan.
  4. Mengetahui manfaat sikap mental positif, misalnya rasa memiliki, menjaga citra baik perusahaan, menciptakan suasana kondusif, bekerja lebih dari yang diminta, tidak apriori terhadap perubahan, dan banyak lagi yang lainnya. Sasaran utama pelatihan ini bukan hanya sekedar mengetahui manfaatnya tetapi yang terpenting adalah mengubah paradigma yang disertai perbaikan sikap dan perilaku.
  5. Menjadi karyawan yang penuh dengan antusiasme, semangat dan bersikap mental positif, sehingga mampu menjadi the agent of progressive change bagi keseluruhan perusahaan.
  6. Mengetahui cara-cara melakukan ‘jejaring bisnis’ (business networking) untuk mengangkat citra positif perusahaan.
  7. Bagi perusahaan, dengan meningkatnya etos kerja dan produktivitas karyawan, maka tentu saja akan diikuti dengan meningkatnya growth dan sustainable profit.

DELIVERY

Idealnya program ini dilakukan di suatu perusahaan (IN HOUSE) baik bertempat di lingkungan perusahaan ataupun di luar lokasi perusahaan, selama dua hari. Bila dilakukan hanya dalam waktu sehari, maka kami akan mengurangi beberapa latihan, praktek & simulasi yang akan berpengaruh pada besarnya perubahan sikap.

Sebaiknya program ini dilakukan per kelas yang memiliki level jabatan yang relatif sama untuk memudahkan penyajian dan kekompakan dalam diskusi atau latihan.

JAMINAN

Kami memberikan jaminan investasi kembali 100% (atas professional fee) apabila Anda tidak merasakan manfaat sama sekali atau tidak ada perubahan sikap karyawan setelah mengikuti program ini.


Becoming a Magnet of LUCK

October 14, 2007 By: cipto Category: Training Program 2 Comments →

Bila Anda menginginkan :

Keberuntungan selalu menghampiri kehidupan Anda seperti magnet,

mampu mengubah kesialan menjadi keberuntungan,

menggapai kehidupan yang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan,

memiliki banyak sekali kawan yang positif dan menghasilkan,

dan Anda mampu mencapai apapun yang Anda inginkan.

Maka jawabannya adalah :

WORKSHOP :

“BECOMING A MAGNET OF LUCK”

(yang disingkat dengan BeaMaL)

KELEBIHAN

Program ini bukanlah hanya sekedar program motivasi yang hanya menawarkan instant spirit building, melainkan juga memberikan inspirasi, insight, skills dan how to serta perubahan sikap dan perilaku yang sifatnya lebih long term dan bisa dipraktekkan seterusnya baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis.

Materi Becoming a Magnet of Luck sendiri merupakan sintesa atau gabungan dari 5 topik utama yang telah terbukti keampuhannya, yaitu :

1. Hasil penelitian Dr, Richard Wiseman (seorang profesor di Universitas Hertfordshire, Inggris) tentang ‘Luck Factor’ (Faktor Keberuntungan).

2. The Law of Attraction (LOA; Hukum Daya Tarik), yang setahun lalu (sampai sekarang) membuat heboh dunia dengan film ‘The Secret’ yang bahkan sempat dibahas pada ‘The Oprah Winfrey Show’. Di Indonesia-pun buku Quantun Ikhlas, yang merupakan penerapan LOA, karangan Erbe Sentanu laku keras di pasaran.

3. Aspek spiritual yang bersumber dari ayat-ayat suci agama-agama besar yang universal

4. Aplikasi dari teknik-teknik NLP (Neuro Linguistic Programming), serta

5. Pengalaman pribadi penulis sendiri dalam mengubah ketidakberuntungan menjadi keberuntungan.

KEUNIKAN

Sebagaimana program induknya ‘Becoming a Magnet of Luck’, program inipun bisa dikatakan unik sebab kata LUCK atau FORTUNE atau hoki atau keberuntungan seringkali diartikan sebagai suatu kebetulan, untung-untungan, peruntungan (perdukunan), takhayul, perjudian atau sesuatu yang berada diluar kontrol kita, sehingga faktor keberuntungan menjadi sering disepelekan, diremehkan bahkan banyak yang (pura-pura) tidak percaya. Yang lebih kasihan lagi, ternyata banyak orang yang hanya menunggu keberuntungan dan pasrah pada nasib (alias tak berdaya, kacian deh lu….). Dan yang sangat perlu dikasihani lagi adalah orang-orang yang selalu dirundung malang, apes dan sial.

MANFAAT ! BENEFITS !

Garis besar materi dan manfaat yang akan Anda peroleh setelah mengikuti pelatihan ini sebagai berikut :

  1. Memahami makna keberuntungan yang sebenarnya.
  2. Memahami jenis-jenis keberuntungan dari tiga perspektif, yaitu perspektif Barat, perspektif Timur (baca Tiongkok) dan perspektif spiritual (agama).
  3. Mengetahui beda antara keberuntungan atau takhayul, disertai contoh-contoh takhayul dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mengetahui rumus keberuntungan, ditinjau dari bertemunya kesempatan dengan persiapan.
  5. Mengetahui jenis-jenis peluang atau kesempatan (possibility, chance & opportunity) dan cara-cara memaksimalkan terjadinya, memanfaatkannya dan mengendalikannya.
  6. Mengetahui berbagai dimensi keberuntungan yang bukan hanya sekedar dalam hal keuangan.
  7. Mengetahui 10 faktor keberuntungan dalam hidup dan cara-cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Mampu membuat goal setting atau outcome setting yang baik dan membawa keberuntungan.
  9. Mampu menerapkan prinsip-prinsip LOA (the Law of Attraction) untuk mencapai apa yang diinginkan.
  10. Mengenali intuisi dan mampu meningkatkan intuisi keberuntungan dalam hidup.
  11. Memahami ‘the power of giving’ dan cara penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  12. Mengenal makna, manfaat dan cara-cara melakukan ‘jejaring’ (networking) termasuk dengan memanfaatkan teknologi informasi.
  13. Manfaat dan cara menerapkan prinsip-prinsip ‘berpikir positif’, merasa baik (feel good) dan bersikap positif untuk meraih keberuntungan.
  14. Akan diajarkan pula teknik-teknik berbasis NLP untuk membangun hubungan, meningkatkan rasa percaya diri, antusiasme dan agar kita memiliki energi yang tinggi (peak performance) saat diperlukan.
  15. Mengetahui manfaat dan peranan ‘curiousity’ dan berjiwa petualang dalam meningkatkan keberuntungan.
  16. Mampu mengubah kesialan menjadi keberuntungan
  17. Kekuatan pasrah, syukur dan ikhlas.
  18. Dan masih banyak yang lainnya

PENYAJIAN

Program ini bisa dilakukan secara PUBLIC (untuk masyarakat umum) maupun dilakukan di suatu perusahaan (IN HOUSE) selama dua hari (workshop) atau satu hari (seminar).