My Life Journey

Berbagi, Melayani & Menebar Rahmat
Subscribe

Archive for October 21st, 2007

What is your Wealth Profile ?

October 21, 2007 By: cipto Category: Money & Wealth No Comments →

WealthProfiles.jpg

Istilah Wealth Profile (dan juga Wealth Dynamics) dikemukakan oleh Roger Hamilton untuk menggambarkan suatu sistem ‘profiling’ kekayaan dengan menggunakan tes psikometrik untuk menilai kepribadian, kekuatan, produktivitas, nilai-nilai dan perilaku sosial seseorang untuk menentukan cara yang paling alami dalam membangun kekayaan.

Biasanya kebanyakan orang menemukan cara atau jalan terbaiknya (dalam membangun kekayaan) melalui proses ‘trial & error’. Contoh, Si A pertama kali mencoba menjadi broker properti tetapi setelah dicoba enam bulan kurang menghasilkan. Kemudian ia pindah haluan dengan membuka toko kelontong tapi gagal ‘maning’. Iseng-iseng ia melamar kerja di stasiun televisi untuk menjadi presenter. Ia diterima kerja di dunia yang berbau ‘entertainment’ ini dan banyak bergaul dengan kalangan selebritis. Suatu saat ketika ia memperhatikan shooting sebuah sinetron, ia memperhatikan pekerjaan sutradara yang terasa sangat ‘enjoy’ baginya. Dengan perjuangan yang berliku-liku akhirnya ia berhasil menjadi seorang sutradara film handal dan bertangan-dingin karena berhasil membawa beberapa karyanya mendapatkan penghargaan perfilman tingkat internasional. Sekarang ia kaya raya dengan profesinya menjadi sutradara dan ia sangat menikmati pekerjaan itu. Seandainya ia tahu ‘wealth profile’-nya dari dulu, mungkin tak perlu ‘trial & error’ sampai tiga kali.

Kasus yang lain, katakanlah Anda sedang getol mencari ilmu tentang meraih kekayaan melalui berbagai seminar atau workshop. Pertama Anda mengikuti seminarnya Safir Senduk, lalu ikut seminarnya Robert Kiyosaki ketika datang ke Jakarta beberapa tahun yang lalu. Belum puas juga, kemudian Anda mencoba ilmunya Brad Sugars. Takut ketinggalan kereta, Anda tak lupa ikut workshop Financial Revolution-nya Tung Desem Waringin. Anda tahu semuanya. Anda menguasai semua ilmunya. Tapi apa hasilnya ? Anda bingung ketika mau melangkah. Mengapa ? Karena setiap pembicara memiliki strategi berbeda dalam meraih kekayaan. Karena Anda tidak tahu ‘jalur alamiah’ Anda, sehingga Anda tidak bisa ‘mengalir’ melainkan ‘mandek’ di tengah jalan dengan setumpuk ide tanpa action yang nyata.

Dengan Wealth Profile, maka Anda tidak perlu banyak ‘trial & error’ dan mengalami kebingungan seperti kasus di atas.

Menurut Roger Hamilton, penemuan Wealth Profile didasarkan pada ilmu filsafat Tiongkok kuno, 5000 tahun silam, yang disebut dengan I Ching. Ilmu I Ching ini juga merupakan sumber dari sebagian besar tes pengelompokan kepribadian seperti DISC, Myers Briggs dan Selector ala Carl Jung.

Seperti gambar di atas, ada delapan Wealth Profiles yang bisa Anda pilih sesuai dengan kepribadian dan kekuatan Anda.

Kepribadian seseorang digambarkan dengan lima ‘energi’ alami menurut filsafat Tiongkok kuno, yaitu :

Dynamo: Spring / wood (unsur kayu); yaitu orang yang penuh energi, dinamis, kreatif, berani memulai, tetapi sering gagal dalam penyelesaian akhir.

Blaze: Summer / Fire (unsur api); yaitu orang yang bergairah, ramah, punya banyak teman, mudah bersahabat tetapi mudah berpindah haluan.

Tempo: Autumn / Earth (unsur tanah); yaitu orang yang penuh kasih sayang, pemain tim yang baik, tetapi sering mencari arahan dari orang lain.

Steel: Winter / Metal (unsur logam); yaitu orang yang teratur, detail dan berorientasi sistem. Sangat kuat dalam menyelesaikan sesuatu, tetapi sulit memulai hal-hal baru.

Wizard: Transition / Water (unsur air); yaitu terhubung, tenang dan spiritual. Berfokus kepada alasan dibalik suatu kejadian. (Catatan : unsur air tidak tampak di gambar; karena hanya ada empat unsur dasar yang dimasukkan, sedangkan air merupakan awal & akhir dari setap siklus).

Masing-masing dari diri kita kuat dalam salah satu atau gabungan beberapa ‘energi’ (atau kepribadian) dan membentuk diri kita secara utuh.

Selain itu, Wealth Profile dikaitkan dengan rumus Wealth ala Roger, yaitu :

Wealth (Kekayaan) = Value (Nilai Tambah) X Leverage (Daya Ungkit)

Berdasarkan Value (nilai tambah) yang kita ciptakan, maka ada dua cara otak kita berorientasi secara alamiah, yaitu apakah kita lebih cenderung berpikir ‘intuitive’ dengan menciptakan nilai tambah melalui inovasi (produk baru, system baru, yang lebih cepat, lebih baik, dsb.) ataukah lebih cenderung berpikir ‘indrawi (sensory)’ dengan menciptakan nilai tambah melalui ‘timing’ yang tepat.

Bill Gates adalah contoh yang tepat untuk orang ‘intuitive’ dengan menciptakan inovasi. Ia lebih fokus ke ‘hasrat intinya’ yaitu ‘menciptakan masa depan’ sebagai ‘Chief Software Architect’ di Microsoft dan menyerahkan segala urusan manajemen kepada orang lain. Sedangkan disisi yang lain, Donald Trump merupakan contoh yang baik bagi orang yang mengandalkan ’sensory’ (melalui mata, telinga dan tindakannya melakukan deal making) yang tak membutuhkan banyak hal baru.

Dari sisi daya ungkit (leverage) yang bisa kita manfaatkan, maka ada dua cara juga, yaitu apakah kita lebih berorientasi pada sistem agar mudah diduplikasi atau MULTIPLY ataukah lebih mengandalkan pada SDM dan komunikasi agar mudah dibesarkan atau MAGNIFY. Orang-orang yang berkepribadian introvert lebih cocok me-leverage bisnisnya dengan MULTIPLY agar tidak tergantung dengan dirinya seorang. Sebaliknya orang-orang ekstrovert yang sangat people oriented (bukan process oriented) lebih cenderung me-leverage bisnisnya dengan MAGNIFY.

Akhirnya, dari dua komponen VALUE dan LEVERAGE maka terbentuklah empat sisi segi empat Wealth Dynamics, yaitu bagian atas dan bawah menunjukkan nilai tambah, sedangkan sisi kanan dan kiri menunjukkan dimensi leverage.

Marilah kita lihat satu per satu dari delapan profil tersebut :

1. Creator (pencipta), mengambil sifat-sifat umum spring (musim semi) dimana kehidupan dinamis mulai tumbuh kembali. Mereka berpikiran dinamis, intuitif, inovatif dan melompat-lompat (tidak linear). Hasilnya adalah produk baru atau sistem baru yang unik. Kelemahannya adalah mereka kurang fokus bila menghadapi banyak project dan kurang senang detail. Orang seperti ini diwakili oleh Bill Gates, Walt Disney, Richard Branson, Steven Spielberg dan mungkin Helmy Yahya.

2. Star (bintang), berada diantara Creator dan Supporter. Mereka memiliki kepribadian yang menarik, mudah memukau orang lain, energinya dahsyat, semangatnya juga top dan merasa nyaman sebagai public figure. Beberapa contohnya adalah Oprah Winfrey, Michael Jordan, David Beckham dan Tung Desem Waringin.

3. Supporter (pendukung), digambarkan sebagai summer (musim panas) sebagai lambang waktunya bersenang-senang dan bepergian, karena mereka merupakan orang yang sangat hebat dalam membangun hubungan ‘interpersonal’ dan jago memimpin orang. Contohnya adalah Jack Welch, Michael Eisner dan TP Rachmat (Astra).

4. Deal Maker (juru runding), adalah komunikator, negosiator dan pembujuk alami yang handal. Contohnya adalah Donald Trump, Rupert Murdoch dan Li Kashing. Mereka merupakan profil antara Supporter dan Trader, sehingga memiliki kepekaan terhadap timing yang tepat sambil tetap berorientasi kepada orang..

5. Trader (pedagang), diumpamakan sebagai autumn (musim gugur) yang menitikberatkan pada pertanyaan ‘kapan’ yang berarti mereka sangat berorientasi pada timing dalam melihat peluang dan memprediksi keuntungan. Tidak seperti Creator yang menciptakan sesuatu dari nol, maka Trader hanya mengelola produk yang telah ia beli untuk dijual kembali dengan harga tinggi. Contohnya adalah George Soros. Kelemahan Trader adalah reaktif, kurang kreatif dan bila mengikuti sistem yang salah maka akan susah memperbaikinya.

6. Accumulator (pengumpul), berada diantara Trader dan Lord, sehingga memiliki kekuatan keduanya, yaitu pedagang yang sistematis dan sabar. Tokohnya adalah Warren Buffet dan Robert Kiyosaki. Warren Buffet adalah contoh investor yang membeli perusahaan untuk dikembangkan, bukan langsung menjualnya ala Trader murni. Sedangkan Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya menunjukkan bahwa ia mengakumulasi harta dengan membeli property terbaik atau saham unggulan, untuk mendapatkan keuntungan dan passive income.

7. Lord (sang Bijak), dianalogikan sebagai winter (musim dingin), suatu keadaan yang statis dan stabil, yang merupakan ciri orang introvert. Mereka adalah orang yang tenang, terkendali, bijaksana, terstruktur (sangat detail). Profil ini diwakili oleh John D.Rockefeller, Paul Getty, Andrew Carnegie, Laksmi Mittal dan mungkin Hilmi Panigoro. Kelemahan Lord adalah agak sulit menerima perubahan dan sering kurang PD dalam mengambil keputusan.

8. Mechanic (mesin), adalah profil antara Lord dan Creator. Kekuatan tipe ini adalah berpikir secara sistematis, sensitif terhadap kinerja sistem, kemampuan memperbaiki, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan suka mencoba. Namun bila strateginya tidak jelas, mereka akan kehilangan fokus dan berpindah haluan. Contoh Creator adalah Ray Kroc (Mc Donald’s), Sam Walton (Wal Mart) dan Jeff Bezos (Amazon.com). Mereka selalu mampu menerjemahkan ide Creator menjadi sistem yang running well dan established.

Dari kedelapan Wealth Profile diatas, manakah yang merupakan kecenderungan Anda ? Jika bukan satu profil, bisa jadi Anda memiliki dua profil (satu primer, dua sekunder), atau malah tiga profil sekaligus (satu primer, dua sekunder).

Jika Anda berhasil menemukan profil yang memang benar-benar milik Anda, maka saya (sorry, Roger Hamilton) menjamin bahwa Anda akan bisa membangun kekayaan dengan cepat dan mulus laksana ‘ngebut di jalan tol yang bebas hambatan’ (bukan jalan tol yang sering macet seperti di Jakarta). Sedangkan orang yang mengejar kekayaan padahal ia tidak tahu Wealth Profile-nya, maka ia seperti orang yang ‘berkendara di jalan yang tak pernah dilaluinya’ bisa jadi ‘jalan tikus’ yang berliku-liku atau ‘gang kelinci’ yang banyak ‘polisi tidur’-nya. Sudah bisa ditebak, Anda akan menjadi seorang ahli ‘trial & error’ (mudah-mudahan tidak error melulu, he..he..).

Bila Anda masih bingung dengan Wealth Profile Anda, don’t worry, cukup klik disini untuk melakukan test. Tapi yang ini tidak gratis, melainkan cukup membayar US$ 100 saja (murah atau mahal, terserah Anda ?). Dan kalau Anda masih belum puas juga, silahkan ikut Stealth Wealth Weekend-nya Roger Hamilton. Lumayan hanya puluhan juta rupiah. (eh.. malah promosi si Roger). Anyway, Selamat mencoba dan menemukan Wealth Profile Anda. Wish You Luck. (SA).


Wealth Definition

October 21, 2007 By: cipto Category: Money & Wealth No Comments →

Setidaknya saya menemukan lima pengertian atau definisi tentang kaya atau kekayaan. Cobalah Anda simak dan temukan definisi yang paling cocok buat Anda. Tapi ingat, yang paling penting bukan definisinya, melainkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membangun kekayaan Anda sendiri agar bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.

Mari kita lihat satu per satu.

Pertama, majalah FORBES, majalah yang selalu mengumumkan Daftar Orang-orang Terkaya di Dunia setiap tahunnya, mendefinisikan kaya secara kuantitatif. Orang disebutnya KAYA apabila ia mempunyai kekayaan bersih (net worth) minimal US$ 1 Juta per tahun.

Secara lebih detail, penggolongannya adalah sebagai berikut :

MISKIN : US$ 25,000 atau kurang per tahun

KELAS MENENGAH : US$ 25,000 - 100,000 per tahun

MAKMUR : US$ 100,000 - 1 Juta per tahun

KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per tahun

ULTRA KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per bulan

Kalau untuk negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, maka batasan US$ 1 Juta cukup pas untuk mulai disebut kaya. Mereka inilah yang disebut dengan millionaire (jutawan dalam dolar). Tetapi untuk negara-negara miskin dan negara sedang berkembang seperti Indonesia, rasanya batasan US$ 1 Juta terlalu tinggi untuk sekedar disebut kaya.

Pendapat saya pribadi, untuk ukuran Indonesia, maka Rp 1 Milyar rasanya cukup pantas untuk disebut sebagai orang kaya. Maka julukannya adalah Milyader (dalam Rupiah). Saya yakin Anda sudah merasa kaya dengan Rp 1 M ditangan. Milyarder rek !

Kedua, Thomas J. Stanley & William D. Danko (penulis buku Millionaire Next Door) memiliki definisi sendiri tentang kekayaan. Menurutnya, kaya berarti memiliki asset atau harta dengan nilai tertentu yang bertumbuh secara significant. Kekayaan dinilai secara relatif, berdasarkan usia seseorang dan penghasilannya. Semakin tua dan semakin tinggi penghasilannya, maka seharusnya semakin besar kekayaan bersih yang dikumpulkannya.

Secara matematis mereka menggambarkannya sebagai berikut :

KEKAYAAN BERSIH YANG DIHARAPKAN

= USIA X PENGHASILAN TAHUNAN SEBELUM PAJAK (semua sumber kecuali warisan) DIBAGI 10

Lebih lanjut, Stanley & Danko membagi menjadi 3 katagori orang kaya :

1. Prodigious Accumulator of Wealth (PAW) : Kekayaan bersih lebih besar dari 1X (misalnya 2X atau lebih) kekayaan yang diharapkan

2. Average Accumulator of Wealth (AAW) : Kekayaan bersih mendekati atau kira-kira sama dengan kekayaan yang diharapkan

3. Under Accumulator of Wealth (UAW) : Kekayaan bersih dibawah (1/2 atau kurang) dari kekayaan yang diharapkan

Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.

Siapa yang lebih kaya ?

Contoh 1 : Adi berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 2,5 Juta per bulan. Saat ini Adi memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 290 Juta.

Contoh 2 : Ali berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 10 Juta per bulan. Bila dihitung, kekayaan bersih Ali saat ini sebanyak Rp 300 Juta.

Menurut Stanley & Danko, Adi masuk katagori PAW sedangkan Ali hanya UAW (coba Anda buktikan dengan menghitung pakai rumus diatas). Artinya Adi jauh lebih kaya dari Ali karena Adi mampu mengakumulasikan harta relatif lebih banyak daripada Ali.

Ketiga, Robert Kiyosaki melalui bukunya Rich Dad Poor Dad dan Cash Flow Quardrant, membuat definisi lain tentang kekayaan. “Kekayaan (wealth) adalah berapa lama anda bisa bertahan dengan hidup seperti sekarang jika anda memutuskan untuk berhenti bekerja saat ini”. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja secara aktif, menukar waktu Anda dengan uang. Jadi dalam hal ini Kiyosaki memandangnya dari segi waktu (berapa lama), bukan dari besarnya kekayaan yang kita miliki.

Keempat, Burke Hedges, penulis buku The Parable of Pipeline dan Copycat Marketing 101, mengemukakan definisi kekayaan yang mirip dengan Robert Kiyosaki. Namun ia memandangnya dari sisi yang lain. Begini katanya : “Kaya adalah kalau kita memiliki cukup uang dan cukup waktu untuk melakukan apapun yang kita inginkan kapanpun kita mau”.

Jadi menurut Burke Hedges, orang disebut kaya sejati apabila is memiliki kebebasan memilih (freedom to choose) terhadap apapun yang akan dilakukannya. Jadi tujuan utamanya adalah freedom.

Kelima, Roger Hamilton memiliki definisi yang agak berbeda. Ia mengatakan bahwa “Wealth is not how much money you have.Wealth is what you are left with when you lose all your money”.Dengan kata lain, kekayaan adalah sesuatu yang tertinggal di diri kita jika kita kehilangan semua yang kita miliki. Jadi dimanapun Anda ditempatkan bahkan di daerah yang tidak Anda kenal sekalipun dan Anda tidak mengenal siapapun, Anda tetap bisa kaya lagi dengan cepat.

Definisi Roger ini sangat menarik, karena yang terpenting bukan kekayaan itu sendiri, melainkan nilai tambah (value) yang bisa kita berikan untuk membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya. Dari sinilah maka kekayaan akan tercipta dengan sendirinya.

Dalam hal ini barangkali kita bisa mencontoh Donald Trump dimana ia pernah jatuh bangkrut di tahun 90-an dengan posisi utang 800 juta dollar. Iapun sampai iri dengan seorang pengemis yang menurutnya “lebih kaya” darinya senilai 800 juta dollar. Tetapi dasar memang ia memiliki value yang dahsyat, maka dalam hitungan beberapa tahun saja, Donald Trump telah berhasil meraih kembali “mahkotanya” dan tercatat sebagai salah seorang terkaya di dunia versi majalah Forbes.

Inilah tipe orang kaya sejati. Kekayaan telah “built in” dalam dirinya, dengan segala reputasi, passion, ide, dan network yang telah mereka bina selama ini. Mereka menjadi magnet bagi kekayaan. Siapkah Anda menjadi kaya ?. Wish You Luck. (SA).