Wealth Definition
Setidaknya saya menemukan lima pengertian atau definisi tentang kaya atau kekayaan. Cobalah Anda simak dan temukan definisi yang paling cocok buat Anda. Tapi ingat, yang paling penting bukan definisinya, melainkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membangun kekayaan Anda sendiri agar bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang lain.
Mari kita lihat satu per satu.
Pertama, majalah FORBES, majalah yang selalu mengumumkan Daftar Orang-orang Terkaya di Dunia setiap tahunnya, mendefinisikan kaya secara kuantitatif. Orang disebutnya KAYA apabila ia mempunyai kekayaan bersih (net worth) minimal US$ 1 Juta per tahun.
Secara lebih detail, penggolongannya adalah sebagai berikut :
MISKIN : US$ 25,000 atau kurang per tahun
KELAS MENENGAH : US$ 25,000 - 100,000 per tahun
MAKMUR : US$ 100,000 - 1 Juta per tahun
KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per tahun
ULTRA KAYA : US$ 1 Juta atau lebih per bulan
Kalau untuk negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, maka batasan US$ 1 Juta cukup pas untuk mulai disebut kaya. Mereka inilah yang disebut dengan millionaire (jutawan dalam dolar). Tetapi untuk negara-negara miskin dan negara sedang berkembang seperti Indonesia, rasanya batasan US$ 1 Juta terlalu tinggi untuk sekedar disebut kaya.
Pendapat saya pribadi, untuk ukuran Indonesia, maka Rp 1 Milyar rasanya cukup pantas untuk disebut sebagai orang kaya. Maka julukannya adalah Milyader (dalam Rupiah). Saya yakin Anda sudah merasa kaya dengan Rp 1 M ditangan. Milyarder rek !
Kedua, Thomas J. Stanley & William D. Danko (penulis buku Millionaire Next Door) memiliki definisi sendiri tentang kekayaan. Menurutnya, kaya berarti memiliki asset atau harta dengan nilai tertentu yang bertumbuh secara significant. Kekayaan dinilai secara relatif, berdasarkan usia seseorang dan penghasilannya. Semakin tua dan semakin tinggi penghasilannya, maka seharusnya semakin besar kekayaan bersih yang dikumpulkannya.
Secara matematis mereka menggambarkannya sebagai berikut :
KEKAYAAN BERSIH YANG DIHARAPKAN
= USIA X PENGHASILAN TAHUNAN SEBELUM PAJAK (semua sumber kecuali warisan) DIBAGI 10
Lebih lanjut, Stanley & Danko membagi menjadi 3 katagori orang kaya :
1. Prodigious Accumulator of Wealth (PAW) : Kekayaan bersih lebih besar dari 1X (misalnya 2X atau lebih) kekayaan yang diharapkan
2. Average Accumulator of Wealth (AAW) : Kekayaan bersih mendekati atau kira-kira sama dengan kekayaan yang diharapkan
3. Under Accumulator of Wealth (UAW) : Kekayaan bersih dibawah (1/2 atau kurang) dari kekayaan yang diharapkan
Mari kita lihat ilustrasi di bawah ini.
Siapa yang lebih kaya ?
Contoh 1 : Adi berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 2,5 Juta per bulan. Saat ini Adi memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 290 Juta.
Contoh 2 : Ali berusia 40 tahun & punya penghasilan Rp 10 Juta per bulan. Bila dihitung, kekayaan bersih Ali saat ini sebanyak Rp 300 Juta.
Menurut Stanley & Danko, Adi masuk katagori PAW sedangkan Ali hanya UAW (coba Anda buktikan dengan menghitung pakai rumus diatas). Artinya Adi jauh lebih kaya dari Ali karena Adi mampu mengakumulasikan harta relatif lebih banyak daripada Ali.
Ketiga, Robert Kiyosaki melalui bukunya Rich Dad Poor Dad dan Cash Flow Quardrant, membuat definisi lain tentang kekayaan. “Kekayaan (wealth) adalah berapa lama anda bisa bertahan dengan hidup seperti sekarang jika anda memutuskan untuk berhenti bekerja saat ini”. Yang dimaksud bekerja disini adalah bekerja secara aktif, menukar waktu Anda dengan uang. Jadi dalam hal ini Kiyosaki memandangnya dari segi waktu (berapa lama), bukan dari besarnya kekayaan yang kita miliki.
Keempat, Burke Hedges, penulis buku The Parable of Pipeline dan Copycat Marketing 101, mengemukakan definisi kekayaan yang mirip dengan Robert Kiyosaki. Namun ia memandangnya dari sisi yang lain. Begini katanya : “Kaya adalah kalau kita memiliki cukup uang dan cukup waktu untuk melakukan apapun yang kita inginkan kapanpun kita mau”.
Jadi menurut Burke Hedges, orang disebut kaya sejati apabila is memiliki kebebasan memilih (freedom to choose) terhadap apapun yang akan dilakukannya. Jadi tujuan utamanya adalah freedom.
Kelima, Roger Hamilton memiliki definisi yang agak berbeda. Ia mengatakan bahwa “Wealth is not how much money you have.Wealth is what you are left with when you lose all your money”.Dengan kata lain, kekayaan adalah sesuatu yang tertinggal di diri kita jika kita kehilangan semua yang kita miliki. Jadi dimanapun Anda ditempatkan bahkan di daerah yang tidak Anda kenal sekalipun dan Anda tidak mengenal siapapun, Anda tetap bisa kaya lagi dengan cepat.
Definisi Roger ini sangat menarik, karena yang terpenting bukan kekayaan itu sendiri, melainkan nilai tambah (value) yang bisa kita berikan untuk membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya. Dari sinilah maka kekayaan akan tercipta dengan sendirinya.
Dalam hal ini barangkali kita bisa mencontoh Donald Trump dimana ia pernah jatuh bangkrut di tahun 90-an dengan posisi utang 800 juta dollar. Iapun sampai iri dengan seorang pengemis yang menurutnya “lebih kaya” darinya senilai 800 juta dollar. Tetapi dasar memang ia memiliki value yang dahsyat, maka dalam hitungan beberapa tahun saja, Donald Trump telah berhasil meraih kembali “mahkotanya” dan tercatat sebagai salah seorang terkaya di dunia versi majalah Forbes.
Inilah tipe orang kaya sejati. Kekayaan telah “built in” dalam dirinya, dengan segala reputasi, passion, ide, dan network yang telah mereka bina selama ini. Mereka menjadi magnet bagi kekayaan. Siapkah Anda menjadi kaya ?. Wish You Luck. (SA).

"BECOMING A MAGNET OF LUCK : 10 FAKTOR YANG MENJADIKAN ANDA MAGNET KEBERUNTUNGAN"
KARYA : SUCIPTO AJISAKA
Details buku klik
halaman "masterpiece"



