Goal Setting dan Keberuntungan (Bagian Pertama)
“If a man knows what harbor he seeks, any wind is the right wind.”
(Jika seseorang mengetahui pelabuhan yang dicarinya, maka angin apapun adalah adalah yang tepat)
- Seneca -
Yang saya maksud dengan tujuan (goal) adalah sesuatu yang ingin Anda raih atau wujudkan dalam hidup ini, tidak perduli apakah itu bersifat sempit dan berjangka pendek ataupun yang bersifat luas dan berjangka panjang. Definisi ini sengaja saya buat sangat umum dan sederhana agar semua orang bisa dengan bebas mengekspresikan tujuannya masing-masing untuk menemukan banyak peluang keberuntungan dalam hidup ini.
Walaupun serupa tapi tak sama, tujuan yang saya maksudkan disini bisa mencakup tujuan hidup (life purpose), misi (mission), visi (vision), aspirasi (aspiration), impian atau cita-cita (dreams), tujuan (objective), niat atau maksud (intention), kemauan atau kehendak (will atau juga wish), keinginan (desire), hasrat yang membara (passion), harapan (expectation), sasaran (target atau goal) atau hasil yang ingin dicapai (outcome). Terserah Anda mau pilih istilah yang mana dan pilihlah yang cocok menurut perasaan atau hati Anda.
Jadi, yang perlu Anda lakukan adalah menetapkan tujuan atau istilah kerennya melakukan goal setting. Steven Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People malahan menyebutnya dengan lebih sarat makna sebagai ‘memulai dari akhir pikiran’ (to begin with the end in mind) atau memulai dengan pengertian yang jelas tentang tujuan Anda. Pemikiran Covey ini didasarkan pada prinsip bahwa ’segala sesuatu diciptakan dua kali’, yang pertama adalah ciptaan mental barulah yang kedua berupa ciptaan fisik. Sebagai contoh kalau Anda ingin membangun sebuah rumah, maka yang pertama Anda harus menciptakannya dulu di pikiran Anda (luas bangunan, ada berapa kamar tidur, berapa kamar mandi, ada taman atau tidak, bentuk ruang tamu dan sebagainya), kemudian menggambarnya (membuat blueprint) barulah yang kedua benar-benar membangunnya secara fisik (membuat pondasi dan melaksanakan pekerjaan fisik lainnya). Begitu juga di dalam mengarungi kehidupan ini, kita harus memiliki gambaran mental tentang sesuatu yang kita inginkan, barulah kita mengejarnya di alam nyata.
MENGAPA PUNYA TUJUAN BISA MENDATANGKAN KEBERUNTUNGAN ?
Orang yang mengetahui dengan jelas apa impian, keinginan atau tujuan hidupnya akan mempunyai peluang yang lebih besar terhadap datangnya ‘hoki’ atau keberuntungan atau kemujuran dibandingkan dengan orang yang tidak jelas tujuan hidupnya. Mengapa ? Ada dua alasan yang akan saya jelaskan satu persatu.
Alasan pertama, orang-orang yang memiliki tujuan akan lebih ‘awas’ atau lebih ‘waspada’ terhadap datangnya kesempatan atau peluang yang bisa membawanya menuju keberuntungan. Ia akan memiliki ‘kewaspadaan mental’ (mental alertness) yang lebih tinggi untuk menemukan peluang yang tepat baginya ditengah-tengah banyak hal yang dialami atau dihadapinya.
Dalam perjalanan hidup kita, seringkali hanya diperlukan SATU kesempatan saja untuk menjadi beruntung dan seringkali hanya diperlukan SATU jenis keberuntungan saja untuk mengubah nasib kita 180o dari miskin menjadi kaya raya atau dari orang gagal menjadi orang sukses luar biasa. Bagaimana agar kesempatan yang membawa ‘hoki’ bisa kita kenali ? Salah satu jawabannya adalah dengan memiliki tujuan atau ‘target‘ yang jelas tentang apa yang kita inginkan. Dengan memiliki tujuan atau ‘target‘ maka kemanapun kita beraktivitas, kita akan lebih ‘aware‘ terhadap adanya kesempatan yang bisa datang setiap saat tanpa kita ketahui asalnya. Dibalik setiap aktivitas yang kita lakukan bisa mengandung peluang atau kesempatan. Ketika Anda mendatangi resepsi perkawinan, tiba-tiba Anda bertemu dengan teman lama yang menawarkan bisnis yang Anda dambakan. Anda juga bisa menemukan peluang pada saat berolahraga di pagi hari, berbelanja ke hypermarket, berkenalan dengan orang baru, bercakap-cakap atau berdiskusi dengan teman, menonton televisi, membaca buku dan sebagainya.
Bila kita memiliki tujuan, bahkan tidak melakukan aktivitas gerakpun kita akan bisa menemukan peluang atau kesempatan, yaitu melalui aktivitas pikiran misalnya ‘melamun’ di toilet atau kamar mandi (pada saat B.A.B., tentu saja melamunkan hal-hal positif, bukan melamun jorok) atau merenung atau ketika melakukan relaksasi dan meditasi. Seluk-beluk mengenai aktivitas pikiran ini dibahas lebih mendalam di Faktor # 6 tentang Intuisi.
Sebaliknya orang yang tidak punya tujuan atau tidak memiliki keinginan tertentu maka ia tidak akan berusaha memikirkan ada apa dibalik peristiwa yang dialaminya. Dia akan melewatkan kesempatan itu berlalu karena mereka memang tidak menyadari adanya kesempatan dan tidak ada yang mereka cari.
Alasan kedua, orang-orang yang memiliki niat atau tujuan yang jelas akan mengaktifkan Hukum Daya Tarik (The Law of Attraction) yang sering disingkat LOA. Hukum ini mengatakan bahwa pikiran manusia akan menarik realitas yang akan kita alami, atau apa yang kita pikirkan dan rasakan akan menarik kejadian-kejadian yang kemudian kita alami. Sebuah tujuan yang diinginkan, dibayangkan (divisualisasikan) kemudian diperkuat dengan emosi yang mendalam dengan penuh rasa syukur akan menggerakkan pikiran kita dan pikiran kita akan menggerakkan alam semesta untuk ‘membantu’ atau ‘mendukung’ kita mencapainya melalui tindakan-tindakan yang kita lakukan atau usahakan.

"BECOMING A MAGNET OF LUCK : 10 FAKTOR YANG MENJADIKAN ANDA MAGNET KEBERUNTUNGAN"
KARYA : SUCIPTO AJISAKA
Details buku klik
halaman "masterpiece"

www.surindoelektra.com


