Goal Setting dan Keberuntungan (Bagian Keempat)
Kedua : Tujuan Yang Sesuai Dengan Nilai-Nilai Pribadi
Nilai-nilai (values) adalah hal-hal yang Anda anggap penting dalam hidup ini dan sebenarnya merupakan tujuan yang tak tampak (intangible) bagi Anda. Nilai-nilai Anda mewakili keyakinan Anda yang paling dalam tentang apa yang benar dan salah, apa yang baik dan buruk, serta apa yang penting dan berarti bagi Anda. Setiap orang memiliki nilai-nilai sendiri yang mungkin tidak sama dengan nilai-nilai yang dimiliki orang lain. Nilai-nilai dibentuk mulai dari lingkungan keluarga dan dibawa sampai dewasa. Nilai-nilai Anda bisa berubah apabila Anda menemukan pengertian baru, paradigma baru atau pengalaman baru di dalam kehidupan ini.
Beberapa contoh nilai-nilai adalah kebebasan, kemandirian, kekuasaan, keluarga, persahabatan, keamanan, keindahan, kesenangan pribadi, uang, pengakuan, popularitas, gengsi, kesehatan dan nilai-nilai sosial. Manakah yang penting bagi Anda ?
Sebagai contoh, apabila nilai-nilai yang Anda anut adalah kebebasan dan kemandirian, maka sangat mungkin cita-cita yang paling cocok adalah menjadi pengusaha atau minimal self-employed (pekerja mandiri), sehingga Anda memiliki kebebasan untuk berekspresi dan mengaktualisasikan segala kreatifitas tanpa takut ‘dimarahi’ bos atau orang lain. Jadi apabila cita-cita Anda masih berkaitan dengan posisi Anda sebagai karyawan (yang notabene tidak bisa bebas berekspresi atau bertindak), maka prestasi Anda tidak akan bisa maksimal dalam jangka panjang, karena hati kecil Anda tidak akan puas bila terus menerus diperintah oleh orang lain. Sudah saatnya Anda merubah cita-cita Anda agar sesuai dengan nilai-nilai yang Anda anut.
Contoh lain, apabila keluarga merupakan sesuatu yang sangat penting bagi Anda (mengingat tidak semua orang menomorsatukan keluarga), tentu cita-cita seperti menjadi pelaut tidak cocok bagi Anda. Adalah sangat susah bagi Anda untuk memiliki banyak waktu bersama keluarga, menyenangkan hati istri (atau suami) serta anak-anak Anda, sementara Anda hanya bisa pulang ke rumah enam bulan sekali sebagai seorang pelaut.
Satu contoh lagi. Apabila Anda menganggap bahwa nilai-nilai sosial (kepedulian terhadap sesama) itu penting bagi Anda, maka Anda cocok bila bekerja di di bidang-bidang yang mempunyai fungsi sosial yang tinggi, misalnya di rumah sakit atau yang sejenisnya. Sebaliknya apabila Anda tidak menganggap nilai-nilai sosial sebagai suatu prioritas, sedangkan pekerjaan Anda mengharuskan untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi misalnya di rumah sakit, maka Anda tidak akan bekerja dengan sepenuh hati. Seorang Bunda Teresa namanya tidak akan dikenang seperti sekarang apabila ia tidak memiliki nilai-nilai sosial yang sangat tinggi. Ia menjadi tokoh sosial yang kharismatik karena mencintai pekerjaan yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya.
Jadi, temukanlah nilai-nilai Anda, kemudian buatlah tujuan atau cita-cita atau keinginan Anda sejalan dengan nilai-nilai tersebut. Maka Anda akan termotivasi dengan tujuan Anda tersebut karena tidak ada konflik antara tujuan yang ingin Anda capai dengan nilai-nilai yang Anda pegang teguh. Sebaliknya apabila tujuan Anda tidak sejalan (konflik) dengan nilai-nilai Anda, maka Anda akan merasakan ada ‘ganjalan’ di hati Anda yang akan menghambat Anda sendiri untuk mengejar tujuan Anda secara maksimal.

"BECOMING A MAGNET OF LUCK : 10 FAKTOR YANG MENJADIKAN ANDA MAGNET KEBERUNTUNGAN"
KARYA : SUCIPTO AJISAKA
Details buku klik
halaman "masterpiece"

www.surindoelektra.com


