Goal Setting dan Keberuntungan (Bagian Keenam)
Keempat : Tujuan Yang Menantang
Tujuan yang menantang adalah tujuan yang menuntut Anda untuk mengerahkan kemampuan lebih Anda, tujuan yang membuat Anda meregang (to stretch) dan keluar dari zona nyaman (comfort zone) Anda. Untuk mencapai tujuan ini maka Anda harus bertumbuh, memiliki sikap baru, Anda perlu mempelajari ketrampilan baru, membangun hubungan baru dan mampu mengatasi rasa takut yang bakal muncul.
Menurut Brian Tracy, agar tujuan Anda menantang, buatlah tujuan yang kemungkinan suksesnya 50% atau lebih. Inilah tujuan yang ideal untuk motivasi, tidak mudah namun masih masuk akal untuk dicapai. Setelah Anda memiliki pengalaman dan merasa bergairah, tidak ada salahnya apabila Anda menetapkan tujuan yang lebih menantang lagi, misalnya yang mempunyai probabilitas 40%, 30% bahkan 20%. Semakin sulit mencapainya, semakin merasa nikmat dan bangga bila Anda berhasil.
Tujuan yang menantang bisa juga berarti tujuan terobosan (breakthrough) atau tujuan yang besar, yaitu tujuan yang memberikan perubahan besar bagi kehidupan Anda. Lebih ekstrim lagi orang menyebutnya sebagai tujuan yang membuat lompatan kuantum (quantum leap) bagi kehidupan Anda.
Sahabat saya Jamil Azzaini dalam bukunya Kubik Leadership (yang ditulisnya bersama Farid Poniman dan Indrawan Nugroho) menyebutnya sebagai bintang terang, yaitu sebuah prestasi terbesar yang ingin kita capai dalam hidup (the ultimate life achievement). ‘Bintang’ adalah mimpi kita yang tinggi laksana ‘menggapai bintang’, bukan sesuatu yang mudah dicapai. Sedangkan ‘terang’ adalah prestasi besar yang menarik dan sangat berarti bagi kita sehingga bisa dijadikan petunjuk arah dan memberikan ‘penerangan’ di masa-masa sulit. Jamil lebih lanjut mengatakan bahwa semua orang besar memiliki bintang terang. Sebagai contoh, Bill Gates memimpikan adanya komputer pribadi di setiap rumah. Henry Ford memimpikan semua orang bisa memiliki mobil. Sedangkan Tony Fernandes, CEO Air Asia, memimpikan semua orang bisa terbang dengan layanan penerbangan murahnya (low cost carrier).
Pembaca yang budiman, mudah-mudahan Anda sudah mulai tertantang. Oleh sebab itu, maka mulailah bermimpi dan membuat tujuan yang besar dan menantang (mumpung bermimpi belum dilarang dan masih gratis, sorry yang ini hanya bercanda). Ambil contoh, bila Anda sudah mengalami obesitas (overweight) alias kelebihan berat badan, katakanlah berat Anda 80 kg sedangkan tinggi badan cuma 160 cm, coba buat tujuan untuk menurunkan berat badan sebesar 22 kg (menjadi 58 kg) dalam waktu enam bulan kedepan. Apakah cukup menantang ? Bila penghasilan Anda saat ini Rp 2.500.000 per bulan, maka buatlah tujuan untuk meningkatkan penghasilan menjadi Rp 4.000.000 setahun kedepan. Masih masuk akan
?
Dengan membuat tujuan yang menantang, seringkali kreativitas Anda akan muncul, Anda akan lebih ‘waspada’ terhadap setiap peluang dan segera mengubahnya menjadi keberuntungan.
Selain secara kualitatif, bagi beberapa type orang, tujuan yang menantang juga bisa dinyatakan secara kuantitatif, yaitu dengan membuat tujuan yang sangat banyak. Ini sangat cocok dengan orang-orang yang berjiwa petualang.
Apabila Anda ingin tahu siapa orang yang paling pantas disebut sebagai pencapai tujuan paling fenomenal dari segi petualangannya, mungkin John Goddard-lah orangnya (Anda bisa mengeceknya di www.johngoddard.info). Pada saat berusia 15 tahun, ia telah menuliskan daftar 127 tujuan yang disebutnya sebagai “Daftar Kehidupanku” (My Life List). Daftar tujuan itu benar-benar dikejarnya. Pada saat berusia 47 tahun (tahun 1972), ia telah sukses meraih 103 tujuan. Berita terakhir, tahun ini, ketika usianya sudah mencapai 82 tahun, ia telah meraih 111 tujuan dari 127 tujuan utama ditambah sekitar 400 tujuan yang dibuatnya belakangan.
Inilah beberapa contoh tujuan yang telah diraih oleh John Goddard. Ia berhasil mendaki beberapa gunung tertinggi dunia misalnya Kilimanjaro,
,
, Ararat, termasuk juga Bromo di Jawa Timur. Ia adalah orang pertama yang telah mengarungi sungai terpanjang di dunia, Nil, sepanjang 4160 mil, yang membuat petualangannya disebut sebagai “the most amazing adventure of this generation”. Sungai-sungai seperti Amazon, Congo di Afrika, Colorado, Rio Coco juga berhasil ditaklukkannya, termasuk juga melakukan penyelaman bawah air di Laut Merah, Kepulauan Fiji dan Bahamas. Goddard telah mengunjungi lebih dari 120 negara, melihat Tembok Besar China, Terusan Suez dan Panama, Kota Vatikan, Kepulauan Galapagos, Taj Mahal, Menara Eiffel, Menara miring Pisa dan termasuk juga mempelajari kehidupan 260 suku-suku primitif di dunia (diantaranya suku-suku primitif di pedalaman Kalimantan). Ia bangga bisa menyaksikan secara langsung upacara pembakaran jenazah Ngaben di Bali, mampu menerbangkan berbagai pesawat termasuk F-111 Fighter Bomber dengan rekor kecepatan 1500 mil per jam, belajar bahasa Perancis, bahasa Spanyol dan bahasa Arab, belajar ski, belajar bela diri jujitsu, berhasil menulis buku dan masih banyak lagi lainnya.
Tidak heran apabila koran
Times menyebut John Goddard sebagai “Indiana Jones yang sesungguhnya” (The real life
Jones).
Contoh yang lain lagi, Lou Holtz (lahir pada tanggal 6 Januari 1937), seorang mantan pelatih American Football yang legendaris di Amerika Serikat, telah menuliskan 107 tujuan yang ingin diraihnya selama hidup di dunia. Ia terinspirasi oleh buku The Magic of Thinking Big karya David J. Schwartz yang menyebutkan bahwa kita harus menuliskan semua tujuan yang ingin dicapai dalam hidup ini. Lou saat itu (pada tahun 1966) sedang frustrasi setelah ia bangkrut dan menjadi pengangguran di usia 28 tahun sementara istrinya tengah hamil delapan bulan. Beberapa tujuan yang ditulisnya mencakup makan malam di Gedung Putih, bertemu dengan Paus, melatih klub Notre Dame, mengantarkan timnya ke kejuaraan nasional dan melakukan pukulan hole in one dalam bermain golf. Ternyata dari 107 tujuan yang dicanangkan, ia berhasil meraih 81 tujuan atau 76% keberhasilan. Bukankah ini merupakan pencapaian yang legendaris pula.
Satu contoh petualangan lainnya dilakukan oleh Jack Canfield, salah satu penulis seri buku best seller, Chicken Soup for the Soul. Ia telah membuat daftar 101 tujuan utama dalam hidupnya sebelum meninggal dunia. Dan dalam kurun waktu hanya 14 tahun, ia telah berhasil mencapai 58 tujuan, termasuk diantaranya mengunjungi salah satu negara Afrika, terbang dengan layang gantung, belajar ski, menyaksikan secara langsung Olimpiade musim panas, menulis buku anak-anak dan sebagainya.
Bagaimana dengan Anda ? Jika terinspirasi, segeralah membuat daftar 101 tujuan Anda. Nikmatilah perjalanannya dan berilah tanda centang (tick, apa ya Bahasa Indonesia-nya ?) di tiap tujuan yang berhasil Anda raih. Dan Anda akan merasa menjadi orang yang lebih beruntung.

"BECOMING A MAGNET OF LUCK : 10 FAKTOR YANG MENJADIKAN ANDA MAGNET KEBERUNTUNGAN"
KARYA : SUCIPTO AJISAKA
Details buku klik
halaman "masterpiece"

www.surindoelektra.com


