About Me
Cipto, begitu ia biasa dipanggil, dilahirkan dari sebuah keluarga miskin di sebuah desa kecil di Pulau Madura, tepatnya pada tanggal
Sejak kecil sudah kelihatan sebagai anak yang smart. Maka tidak heran bila semasa SD, SMP dan SMA (semuanya sekolah negeri di Madura) tidak jauh-jauh dari ranking satu, dua atau tiga. Sebenarnya ia menghadapi kendala yang sangat berat karena sang orang tua tercinta tak mampu untuk membiayai pendidikan tinggi yang didambakannya. Namun, kendala itu tak menyurutkan niatnya untuk terus maju. Dan terbukti, niatnya yang mulia telah menarik berbagai keberuntungan yang tak diduga. Alhamdulillahi rabbil’alamin.
Entah angin apa yang membawanya, kemudian ia terdampar di Jurusan Sastra Nuklir (eeh keliru, Teknik Nuklir ding), Fakultas Teknik, UGM Jogja. Eh ternyata tidak sia-sia juga, karena akhirnya ia lulus juga sebagai ‘tukang’ Insinyur Nuklir dengan predikat Cum Laude yang ditempuhnya selama hampir lima tahun.
Sempat mencicipi menjadi PNS (karena ikut Ikatan Dinas) di BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) dengan pangkat Supervisor Golongan 3a. Namum sayang seribu sayang, karena merasa kurang sreg untuk terus berkarir di bidang pernukliran (dengan berbagai alasan), terpaksa ia melepaskan baju KORPRI-nya dalam waktu kurang dari enam bulan saja.
Untuk merubah nasib, ia bonek (bondo nekat, sorry, lha wong pendukung Persebaya, he..he..) menjadi anak sekolahan lagi, kali ini di Institut Manajemen Prasetiya Mulya di Jakarta (sekarang Prasetiya Mulya Business School) untuk belajar manajemen di program MBA (bukan Married By Accident, bukan pula Makin Botak Aja, tetapi Master of Business Administration, wow keren, itu dulu, sekarang nggak lagi, karena udah bejibun MM, MSi, MPd, MPsi, dan em-em-an yang lain yang kadang kurang jelas kualitasnya).
Oh ya, hampir lupa. Mengapa disebut bonek ? Karena tidak punya uang untuk biaya kuliah, biaya buku dan apalagi biaya hidup di Jakarta; padahal biaya kuliahnya saja Rp 13 Juta saat itu (tahun 1990). Tetapi, alhamdulillah, dapat beasiswa selama 3 dari 4 trimester (karena masuk Top-5) dan kekurangannya diperoleh dari ‘soft loan’ Yayasan Prasetiya Mulya yang dicicil setelah punya income sendiri. (Kata Pak Purdie E. Chandra, guru saya di Entrepreneur University, ini namanya BODOL = Berani, Optimis, pakai Duit Orang Lain; istilah kerennya ‘financial leverage’).
Karirnya sebagai profesional di perusahaan swasta dimulai sejak 1992, setelah lulus sebagai MBA (dulu masih belum ada MM, maklum Depdikbud atawa sekarang Depdiknas, hampir selalu ketinggalan kereta, setelah rame di media baru gelarnya di_Indonesia-kan). Dan selama 15 tahun pengalaman kerjanya, ia telah menangani berbagai fungsi manajemen antara lain Administration, MIS, HRD, Purchasing, Production, Strategic, Warehousing, Export Import dan terakhir sebagai Senior Manager di bidang Logistics, Marketing dan Export. Sebagai tambahan, ia juga terlibat aktif di berbagai project atau task force seperti Change Management Committee, Total Quality Management, Productivity Improvement Committee, Halal Internal Auditor, ISO 9001 : 2000 (sebagai Management Representative), Food Safety Management System (HACCP; sebagai Internal Auditor) yang kemudian berganti menjadi ISO 22000.
Mengikuti saran Stephen Covey agar kita selalu ‘sharpen the saw’, maka ia juga membekali (equipping) dirinya dengan berbagai workshop, training dan seminar. Dari puluhan training, dalam dan luar negeri, yang diikutinya, tiga yang paling berkesan baginya adalah :
- Training tentang Production, Logistics & Quality Management at MITSUBISHI SHOJI FOODTECH CO., LTD. (formerly Towa Chemical Industry Co., Ltd.), Fuji City, Shizuoka, Japan.
- Financial Revolution, TDW Resources, di Batu Malang (antara lain karena dilepas di Plaza Batu selama dua jam dan disuruh mencari uang dengan cara halal sebanyak-banyaknya tanpa uang sama sekali, tanpa ‘dompet’, tanpa ‘handphone’, tanpa kenalan, hanya boleh memakai pakaian yang melekat di badan, benar-benar seperti orang ‘mbambung’).
- International NLP Practitioner, by NFNLP under Dr. William Horton,
Florida, USA.
Selain pengalaman manajerial dan teknis yang sangat luas untuk level korporasi, ia juga secara intensif belajar tentang personal development dan Self Help melalui hampir seribu buku yang dibacanya serta belajar secara langsung atau tak langsung kepada guru-guru yang mumpuni di bidangnya antara lain Stephen Covey, Daniel Goleman, Spencer Johnson, Tony Buzan, John C. Maxwell, Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Anthony Robbins, Brian Tracy, Joe Vitale, Robert Kiyosaki, Roger Hamilton, Adam Khoo, Tung Desem Waringin, dll.
Tidaklah berlebihan apabila ia dijuluki sebagai orang yang sangat curious, open minded dan all-round atau generalist (begitu kata teman-temannya).
Sebagai speaker, sebenarnya ia telah ‘berpraktek’ menjadi guru Kimia di sebuah SMA Swasta sejak berusia 17 tahun. Namun ‘passion’-nya itu ‘menghilang sejenak’ sampai ‘muncul kembali’ di tahun 2000-an, ketika ia mulai menjadi ‘freelance’ speaker di berbagai kegiatan sosial, perguruan tinggi dan asosiasi bisnis; serta sebagai consultant atau coach di berbagai bidang usaha.
Kini, dengan bekal yang dimilikinya, baik melalui pendidikan formal, pendidikan non-formal, pengalaman manajerial, pengalaman di ‘universitas kehidupan’, berguru pada ahlinya maupun hasil kontemplasinya, ia merasa sangat siap untuk menjadi seorang professional trainer, speaker dan consultant di bidang corporate effectiveness dan personal effectiveness (meminjam ‘branding’-nya guru saya yang lain ‘Mario Teguh’).
Dan ternyata, memang inilah yang menjadi ‘passion’ atau ‘core desire’-nya selama ini. Jika sudah demikian, maka vocation seolah menjadi vacation. Ueenaakk tenan ……
Beberapa jenis jasa pelatihan, short seminar dan workshop yang ditawarkannya bisa dilihat pada halaman Services.
Catatan :
Saat ini Sucipto Ajisaka tinggal di Surabaya, hidup damai, harmonis dan berbahagia bersama satu istri yang setia, satu putri yang cantik dan dua putra yang ganteng dan cakep.
Bisa dihubungi di :
+62 31 828 0770 atau
+62 81 137 3590
e-mail : sucipto.aji at gmail.com atau sucipto_aji at yahoo.com.sg
(Catatan : ’at’ diganti ’@’ dan tidak boleh ada spasi)

"BECOMING A MAGNET OF LUCK : 10 FAKTOR YANG MENJADIKAN ANDA MAGNET KEBERUNTUNGAN"
KARYA : SUCIPTO AJISAKA
Details buku klik
halaman "masterpiece"



