My Life Journey

Berbagi, Melayani & Menebar Rahmat
Subscribe

Archive for the ‘Luck Factors’

Antusiasme, Rahasia Keberhasilan Yang Jarang Dikenal

May 16, 2008 By: cipto Category: Luck Factors, Attitude 2 Comments →

“Success is going from failure to failure without loss of enthusiasm.”

(Keberhasilan berjalan dari kegagalan ke kegagalan tanpa kehilangan antusiasme)

- Winston Churchill -

Kata antusias (enthusiast) atau antusiasme (enthusiasm) berasal dari bahasa Yunani kuno “entheos” yang berarti “Tuhan di dalam” dan antusias berarti “diilhami dari Tuhan”. Sedangkan menurut kamus Webster, antusiasme berarti “kegairahan yang kuat terhadap salah satu sebab atau subyek; semangat atau minat yang berapi-api; kegairahan.”

Sikap antusias akan membawa kita pada pikiran, perasaan dan tindakan yang positif. Sikap antusias menimbulkan gairah positif yang meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, membuat kita lebih terbuka terhadap ide-ide atau peluang baru dan bahkan meningkatkan kualitas kesehatan kita.

Dale Carnegie telah membuktikan keampuhan antusiasme bagi kesuksesan dirinya, sebagaimana telah ditulis dalam bukunya yang berjudul “Rahasia Keberhasilan yang Jarang Dikenal.” Ia pernah mengatakan bahwa “antusiasme yang murni dan sepenuh hati adalah satu dari faktor-faktor kesuksesan dalam hampir segala usaha.” Dalam wawancaranya dengan berbagai tokoh sukses dunia, Dale Carnegie juga mendapatkan kesimpulan yang sama tentang kekuatan antusiasme. Frederick Williamson, Presiden Direktur New York Central Railway pada saatnya, mengungkap rahasia keberhasilannya kepada Carnegie dengan mengatakan : “Semakin lama saya hidup, semakin saya yakin bahwa antusiasme adalah rahasia keberhasilan yang jarang dikenal. Perbedaan nyata dalam ketrampilan, kemampuan dan kecerdasan antara mereka yang sukses dan yang gagal biasanya tidak begitu besar dan menyolok. Tetapi bila ada dua orang hampir setara dalam segala hal, maka dia yang antusias akan lebih unggul. Dan orang dengan kemampuan biasa-biasa saja tetapi memiliki antusiasme sering melebihi orang dengan kemampuan hebat tetapi tanpa antusiasme.” Charles Schwab - seseorang yang gajinya satu juta dolar setahun pada masanya - juga mengatakan kepada Carnegie bahwa rahasia keberhasilannya adalah antusiasme. Dia menyatakan bahwa seseorang dapat berhasil dalam bidang apa saja apabila dia memiliki antusiasme tak terbatas.

Charles F. Kettering, seorang penemu dan pakar otomotif terkenal, mengemukakan kaitan antara antusiasme dengan kesempatan. Ia mengatakan : “Kita baru memasuki suatu era dimana dalam tiap bidang yang dapat dibayangkan, ada kesempatan yang tidak pernah diimpikan sebelumnya. Kesempatan-kesempatan ini akan datang kepada mereka yang memiliki antusiasme.”

Albert Carr, dalam bukunya How to Attract Good Luck tidak menyebut kata antusiasme, tetapi sebagai gantinya ia menyebut kata “semangat” (”zest”) - yang kurang lebih sama artinya dengan antusias - sebagai jalan pintas menuju keberuntungan (the shortcut to luck). Ada alasan yang mendasar mengapa Carr mengambil kesimpulan begitu. Alasannya adalah bahwa “semangat” yang kita pancarkan kepada orang lain akan melemparkan ‘kabel’ kemujuran sehingga mengalirlah “arus kemujuran” dengan cepat kepada kita. Seringkali semangat juga memperlihatkan pengaruhnya atas keberuntungan secara lebih halus dan dalam periode waktu yang lebih lama. Carr memberi contoh bagaimana Winston Churchill menuai keberuntungan yang besar karena semangatnya yang tinggi. Kualitas semangatnya sudah berkobar-kobar semenjak ia masih muda, sebelum terjun ke dunia politik. Ketika ia menjadi wartawan muda, rekan-rekannya sesama jurnalis (yang kebanyakan lebih senior) menjulukinya dengan sinis sebagai “si setan mujur Churchill”, karena ia berhasil memperoleh beberapa berita penting dari nara sumber yang berpangkat jenderal (pada masa Perang Boer), sementara wartawan yang lain kesulitan mendapatkannya. Hal itu ternyata disebabkan oleh semangat Churchill yang berhasil ‘mencuri hati’ sang jenderal. Ia memang beruntung, tetapi yang tidak mereka lihat adalah sejauh mana keberuntungan itu “diundang” Churchill dengan kesiapan bersemangat dalam setiap petualangannya. Dan dalam sejarah, ia diakui oleh dunia sebagai orang yang paling bersemangat di zamannya.

Antusiasme atau semangat memang dahsyat kekuatannya, karena telah menimbulkan kesan yang mendalam bagi orang lain yang kita ajak bicara. Pengaruhnya akan lebih kuat lagi jika ditambahi dengan keramahtamahan, apalagi dengan orang asing atau orang yang baru kita kenal. Hal ini akan melipatgandakan manfaat dari networking yang kita lakukan. Bila dengan networking kita bisa memperbesar kemungkinan mendapatkan peluang, maka dengan tambahan antusiasme dan keramahan, peluang itu akan lebih cepat ditemukan, bahkan bisa “menyambar” kita dengan cepat. Itulah kekuatan dari antusiasme atau semangat. Jadi tidak salah apabila Bertrand Russell menyebut semangat sebagai “tanda paling khusus dan universal dari orang-orang bahagia.” (SA).

Resensi Roni Yuzirman atas Buku “BeaMaL”

March 28, 2008 By: cipto Category: Luck Factors, Personal 8 Comments →

Sepuluh Rahasia Menjadi Orang yang Selalu Beruntung

By Badroni Yuzirman;

Friday, March 28, 2008
7:12 AM

*”Everything in life is luck”*, kata Donald Trump <http://www.trumpuniversity.com/blog/index.cfm>.
Jika kita baca riwayat para miliarder, banyak yang mengatakan bahwa kesuksesannya adalah karena keberuntungan, luck.

Carl Jung <http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Jung> mendefinisikan fenomena keberuntungan itu sebagai rentetan sinkronisitas. Orang yang beruntung adalah orang yang mengikuti aliran (flow) dalam hidupnya. *”As you flow grows, your luck grows”* katanya.Orang-orang yang sukses itu mengetahui dan mengikuti aliran tertentu di mana mereka bertumbuh dan menciptakan keberuntungan.Pertanyaannya, apa saja aliran-aliran yang harus diikuti?

Saat ini di tangan saya sudah ada buku yang menjawabnya.

Saya beruntung sekali mendapatkan kesempatan pertama untuk menikmati buku yang dikirim oleh penulisnya, Sucipto Ajisaka <http://www.suciptoajisaka.com/>, salah satu member TDA <http://tangandiatas.com/> yang tinggal di Surabaya.Wallace D. Wattles <http://en.wikipedia.org/wiki/Wallace_Wattles> dalam buku The Science of Getting Rich merumuskan bahwa untuk menjadi orang sukses harus *think, feel and act in a certain way*.Nah, buku ini juga mencoba menjawab pertanyaan itu dengan menyampaikan pesan bahwa jika kita ingin menjadi orang yang menjadi magnet keberuntungan, kita harus *think, feel and act in a certain way* juga.

Ada 10 “rahasia” yang diungkap dengan jelas dan gamblang di dalam buku berjudul Becoming A Magnet of Luck (BeaMaL) ini:

1. Bangun dan perbesarlah jejaring anda. Bangunlah network. Jalinlah silaturahmi dengan siapa saja. Di TDA saya selalu mengatakan bahwa silaturahmi membawa rezeki. Kurang lebih seperti itulah maknanya. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang banyak teman dan gemar bersilaturahmi.

Di buku ini dijelaskan secara detil apa manfaat dari jejaring itu. Bagaimana membangun jejaring. Plus bagaimana memanfaatkan teknologi guna membangun jejaring.

2. Berpetualanglah mencari hal-hal baru. Mereka yang gemar berpetualang selalu punya rasa ingin tahu yang tinggi dan terbuka dengan hal-hal baru. Berpetualang akan membuka kemungkinan-kemungkinan, termasuk keberuntungan ke dalam hidup kita.

Saya jadi teringat dengan tokoh di novel The Alhemist karya Paulo Cuelho <http://www.paulocoelho.com.br/engl/>. Ia berpetualang mengikuti kata hatinya dan akhirnya menemukan keberuntungannya.

3. Banyak memberi dan melayani. Pertanyaan menarik yang dijawab di buku ini adalah mengapa dengan memberi kita bisa mengundang keberuntungan? Bagaimana membangun semangat memberi? Bagaimana membangun mentalitas kelimpahan (abundance)?

4. Memiliki tujuan. Bagaimana kekuatan tujuan dapat memudahkan kita mengundang keberuntungan?

5. Fleksibel dan rileks.

6. Mengikuti dan mengasah intuisi.

7. Memiliki sikap positif.

8. Bertumbuh dan belajar.

9. Berani mengambil tindakan.

10. Tuhan jualah yang menentukan.

Setelah saya buka-buka, buku mengungkap rahasia menjadi magnet keberuntungan ini dengan sistimatis, lengkap, dan penuh dengan rujukan dan contoh kisah orang-orang yang secara sadar atau tidak telah menerapkan kesepuluh rahasia itu.

Buku ini berhasil mengungkap bahwa keberuntungan yang sering disebut sebagai hoki, luck atau fortune itu bukanlah terjadi secara kebetulan, untung-untungan atau terkait dengan ramal-meramal. Keberuntungan juga tidak terkait dengan tahayul, feng shui.

Keberuntungan adalah tentang sikap, perilaku dan tindakan yang tepat.

Dengan demikian keberuntungan akan menjadi hak semua orang yang mengetahui dan mempraktekkan ke sepuluh rahasia itu.

Penasaran dengan isi bukunya? Silakan temukan buku penting terbitan Lutfansah Mediatama dan CEO Publishing ini di toko-toko buku terdekat. Mudah-mudahan sudah tersedia.

Penulisnya sendiri, Sucipto Ajisaka <http://www.suciptoajisaka.com/> adalah alumnus Teknik Nuklir UGM Jogja dengan predikat cum laude dan MBA dari Prasetiya Mulya

Business

School. Berpengalaman lebih dari 15 tahun sebagai praktisi bisnis dan manajemen. Saat ini berprofesi sebagai konsultan, trainer dan public speaker dalam bidang manajemen dan pengembangan diri. Ia juga tercatat sebagai NLP Practitioner dari

NF-NLP, Florida, USA.

Saya sendiri merasa senang sekali telah diberi kesempatan untuk menuliskan endorsement buku ini bersama endorser lainnya seperti Tung Desem Waringin <http://www.dahsyat.com/>, James Gwee <http://www.jamesgwee.com/>,
Wuryanano<http://wuryanano.blogspot.com/>dan Faif Yusuf <http://faifyusuf.blogspot.com/>.

Salam FUUUNtastic!
Wassalam,

Badroni Yuzirman
www.manetvision.com | www.roniyuzirman.com | mail: roni@manetvision.com |
Y!M: roniyuzirman | 0812 100 8164

Resensi Ikhwan Sopa atas Buku “Becoming a Magnet of Luck”

March 24, 2008 By: cipto Category: Luck Factors, Personal 4 Comments →

Berikut ini adalah resensi Ikhwan Sopa (Trainer “E.D.A.N”) atas buku saya “Becoming a Magnet of Luck” yang saya kutip dari Milis Bicara.

Posted by: “Ikhwan Sopa” ikhwan.sopa@gmail.com ikhwansopa

Mon Mar 24, 2008
12:47 am
(PDT)

*Buku: Becoming A Magnet of Luck
10 Faktor Keberuntungan yang Menjadikan Anda Magnet Keberuntungan*

Beberapa hari yang lalu, buku ini sampai ke tangan saya. Di kirim oleh Mas Cip teman saya. Lumayan, dapat buku bermutu gratis he…he…he.. Judulnya “Becoming A Magnet of Luck”. Kayaknya inilah yang sering kita cari selama ini; live luckily.

Tebalnya 331 halaman, termasuk berbagai cerita inspirasional tentang pengalaman “hoki” berbagai tokoh termasuk penulisnya sendiri, Mas Cip. Membacanya saja, saya sudah merasa beruntung.

Benar apa yang dikatakan oleh Pak Tung dalam endorsement-nya; sistematis. Ya, sistematis untuk sebuah fenomena “luck” atawa “hoki” yang selama ini lebih dinilai sekedar intuitif. Sekarang, Anda mendapatkan skill baru dengan buku ini yakni “hoki” yang bukan sekedar “good luck”, tapi lebih dari itu “keberuntungan” yang memang bisa dilatih dan dijadikan keahlian. Wow.

Dengan runtut, Mas Cip menguraikan 10 poin penting tentang bagaimana mengubah diri dan kepribadian, menjadi a living magnet untuk berbagai keberuntungan.

01. Networking alias silaturahim;
02. Sikap petualang untuk hal-hal baru;
03. Memberi dan melayani;
04. Tujuan;
05. Fleksibel dan rileks;
06. Intuisi;
07. Sikap positif;
08. Tumbuh dan belajar;
09. Action;
10. Tuhan.

Setahu saya, sepuluh poin itu di dalam konsep Law of Attraction, adalah elemen-elemen yang bisa dipastikan menjadi bagian dari hukum alam. Dengan kata lain, berdasarkan sepuluh elemen itu, keberuntungan ternyata juga punya tingkat kepastian yang tinggi, nyaris seperti hukum alam yang biasa berlaku dan kita kenal sehari-hari.

Anda bersilaturahim dan bernetworking, Anda pasti banyak teman. Banyak teman Insya Allah banyak yang mendukung. Beruntung.

Bertualang untuk berbagai hal baru, tidak bisa lepas dari berbagai proses pembelajaran. Dan sesuai hukum alam, pembelajaran akan menghasilkan pelajaran. Itu pasti tak ternilai harganya. Beruntung lagi.

Punya tujuan artinya jelas dan jernih tentang apa, kemana, di mana, kapan, bagaimana, dan bahkan mengapa. Kejelasan 5 w dan 1 H seperti ini, selalu menjadi kata kunci untuk berbagai bidang ilmu yang kita pelajari. Artinya, kita sebenarnya telah memegang kunci universal dan kunci sapu jagat. Beruntung lagi.

Memberi dan melayani, adalah faktor “luck” yang paling mendasar, jelas, dan sederhana. Sesekali, berikan penganan teman teh atau kopi kepada tetangga Anda. Lihatlah bagaimana Anda beruntung. Bukan hanya balasan kue atau makanan, Anda dapatkan juga senyum dan keramahtamahan, sikap penuh perhatian, keinginan untuk menolong, atau menyantuni dari mereka. Banyak bonusnya. Beruntung lagi.

Fleksibel dan rileks, artinya punya kelenturan dan daya tahan. Mas Cip, dengan akurat memberi contoh tentang air. Fleksibel dan rileks, artinya tak mudah patah dan mudah menyesuaikan diri. Buktikan saja ke sekitar kita, siapa berciri itu maka beruntunglah ia.

Intuisi adalah gabungan berbagai kecerdasan yang biasa kita kenal dengan IQ, EQ, dan SQ. Intuisi, dalam banyak kasus sering menjadi penyelamat pada situasi darurat. Ia sering menjadi penemuan terbesar yang nyaris tak sengaja atau kebetulan. Beruntung lagi.

Sikap positif adalah pilihan terbaik bagi siapapun. Sederhana saja. Alam semesta tidak diciptakan dengan sia-sia. Itu positif. Apapun tujuan kita, pasti positif setidaknya menurut kita. Maka, kita tak punya pilihan lain kecuali melakukan “alignment” dengan segala ke-positif-an itu. Jika bisa,
beruntunglah kita karena tak bertentangan dengan tujuan penciptaan, dan sekaligus tak bertentangan dengan tujuan kita sendiri. A-line-ment. Beruntung sekali.

Hasilnya? Ya semua poin yang di atas itu!

Tumbuh dan belajar adalah bagian tak terpisahkan dari apa yang paling pasti di alam semesta ini, yaitu segalanya bergerak dan segalanya mengalami perubahan. Apa yang tetap, hanyalah apa yang dibuat-Nya tetap sampai akhir zaman. Selebihnya, bergerak dan berubah. Tanpa tumbuh dan belajar, ya selamat tinggal. Selamat ketinggalan zaman maksud saya. Tumbuh dan belajar adalah syarat utama meraih keuntungan dari segala pergerakan dan segala perubahan.

Action, ini dia. Seringkali, “keberuntungan” dikait-kaitkan dengan “sedikit kerja”. Mas Cip dengan cerdas membantah jargon lama ini. Tuhan itu Maha Tahu. Tak satupun di alam semesta ini terjadi secara tidak sengaja. Semuanya ada di dalam skenario. Dan untuk memahami cara kerja skenario-Nya, kita tak punya pilihan lain kecuali bertindak. Hanya mendengar dan meyakini saja, tak akan membawa keuntungan apa-apa. Paling tinggi, kita hanya akan mendapatkan keuntungan “kognitif”. Keuntungan yang diperoleh dari “tahu” saja. Padahal, kita toh ingin keberuntungan yang tidak hanya diketahui, tapi juga di rasakan. Holistik. Mental dan fisik. Bertindak, apalagi bertindak tepat, pastilah membawa keberuntungan yang lengkap. Tanpa tindakan, ibarat hanya membaca buku ini dan tidak mencoba mempraktekkannya, sesedikit apapun.

Tuhan. Ia-lah awal dan akhir dari setiap keberuntungan. Ia-lah yang menciptakan dan mengizinkan setiap kita mencicipi keberuntungan. Ia jugalah yang membatasinya sampai waktu tertentu dan kemudian menariknya kembali. Maka, puncak keberuntungan kita sebenarnya ada di poin ke 10 ini. Sebab, poin 1 sampai 9 di atas, jelas-jelas adalah bagian dari jalan-jalan yang telah diridhoi-Nya untuk meraih keberuntungan. Ya kan?

Sepuluh paragraf.

Alangkah beruntungnya kita, jika bisa menikmati ribuan paragraf yang terinci dan sistematis di ratusan halaman buku ini ketimbang uraian-uraian pendek di atas? Alangkah beruntungnya!

Mas Cip, ternyata seorang penulis yang punya kualifikasi hebat untuk “wow effect” dan “yes factor”. Dua hal, yang jadi rumusan paling penting dari setiap bentuk media. Jangan kaget jika halaman demi halaman, Anda akan terhenyak menarik bahu ke belakang sambil menahan nafas, atau termanggut-manggut mengiyakan. Dengan segera, Anda akan merasa hanyut dan tenggelam ke dalam berbagai keberuntungan. Sebab, semuanya memang telah ada di dalam diri Anda. Mas Cip, hanya memencet “on” tombolnya.

Seperti seorang Sucipto Ajisaka yang *cum laude* lulusan teknik nuklir. Buku ini adalah nuklir! Bayangkan energi yang dihasilkan dari buku ini. Modal Anda hanya 10, potensi keberuntungan Anda sejuta! Nuklir.

Buka dan bacalah 331 halaman buku ini, maka 331 x sejuta peluang keberuntungan akan terbuka di hadapan Anda. Kemudian, Anda tinggal membacanya!

Sssssttt! Sebenarnya, modal Anda sebelas. Bukan hanya sepuluh yang dituangkan dalam buku ini. Membacanya saja, bisa jadi keuntungan awal Anda!

*Ikhwan Sopa*

Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
http://milis-bicara.blogspot.com


Syukur dan Keberuntungan

February 17, 2008 By: cipto Category: Spiritual, Luck Factors 15 Comments →

“Many people who order their lives rightly in all other ways are kept in poverty by their lack of gratitude. Having received one gift from God, they cut the wires which connect them with Him by failing to make aknowledgement.”

(Banyak orang yang menjalani hidup dengan cukup benar, tetapi tetap miskin karena kurang bersyukur. Setelah menerima kemurahan Tuhan, mereka memotong kabel yang menghubungkan mereka dengan Tuhan dengan cara mengingkari nikmatNya)

- Wallace Wattles (1860 - 1911) -

Seperti kata Wallace Wattles (penulis buku klasik The Science of Getting Rich yang menjadi salah satu dasar The Secret) diatas, tak dapat dipungkiri bahwa perasaan syukur merupakan salah satu faktor penarik keberuntungan dan kesuksesan hidup manusia.

Rasa syukur akan membuat kita memiliki mentalitas berkecukupan (abundance mentality) dan menghilangkan mentalitas kekurangan (scarcity mentality). Pada saat kita merasa berkecukupan, maka hati kita jadi bahagia, perasaan kita jadi enak (feel good) dan kita mampu berpikir positif. Pikiran dan perasaan positif inilah yang mengaktifkan Hukum Ketertarikan (Law of Attraction = LOA). Dengan bahasa yang lain Michael Losier mengatakan bahwa rasa syukur, terima kasih dan penghargaan akan mampu memancarkan vibrasi positif yang dahsyat untuk mengaktifkan Hukum Ketertarikan.

Lalu, syukur yang seperti apakah yang lebih mudah mengaktivasi LOA ?

Untuk menjawabnya, saya perlu menjelaskan adanya dua tingkatan syukur. Tingkatan syukur yang pertama, adalah syukur yang sudah sering kita lakukan, yaitu syukur bersyarat atau syukur parsial. Kita bersyukur atas sesuatu yang kita miliki atau kondisi baik yang kita alami. Syukur semacam ini mirip seperti rasa syukur atau ucapan terima kasih yang dilontarkan anak kecil setelah dibelikan mainan atau permen oleh bundanya. Artinya, syukur merupakan akibat. Sebagai contoh, Anda merasa bersyukur setelah mendapatkan kenaikan gaji. Anda bersyukur karena penjualan toko Anda naik 20%. Anda bersyukur ketika anak Anda lulus sekolah dengan baik, Anda bersyukur setelah membeli mobil baru atau Anda bersyukur karena Anda selamat dari kecelakaan. Itulah beberapa contoh syukur bersyarat.

Tentu saja tidak ada jeleknya dan tidak ada salahnya dengan tingkatan syukur semacam ini. Anda harus terus melakukannya, karena inilah bentuk rasa syukur yang umum kita lakukan. Namun perlu Anda sadari bahwa tingkatan rasa syukur seperti ini relatif lemah untuk mengaktivasi Hukum Ketertarikan. Mengapa ? Karena seringkali kita tidak benar-benar bersyukur dengan tulus, melainkan hanya merupakan ungkapan puas diri sesaat. Atau malahan rasa syukur ini bisa jadi perasaan negatif terhadap suatu keadaan. Anda hanya berusaha untuk melihatnya dari sisi yang positif, padahal yang sebenarnya Anda merasa tidak enak atau kurang puas. Rasa syukur semacam ini juga tidak tahan lama dan hanya sebagian saja.

Tingkatan syukur yang kedua adalah rasa syukur tak bersyarat atau syukur yang menyeluruh (holistic), yang mencakup juga semua rasa syukur yang berada di tingkatan syukur pertama (syukur parsial). Rasa syukur ini tidak terikat pada situasi dan kondisi serta menyatu pada diri Anda atau menjadi identitas Anda. Beberapa contoh syukur di tingkatan ini antara lain rasa syukur terhadap hidup Anda, dunia seisinya, waktu dan ruang, masalah dan tantangan, pikiran dan perasaan Anda, kebebasan Anda memilih, syukur terhadap ide dan konsep Anda dan sebagainya. Pada dasarnya rasa syukur ini mengatakan, “Betapa indahnya hidup ini.” Sikon (situasi dan kondisi) tidak relevan lagi karena tingkatan syukur ini merupakan sebuah pilihan yang tidak memerlukan alasan. Perumpamaannya adalah mirip kita sedang bermain video game atau Play Station. Semuanya terasa menyenangkan, musiknya, gambarnya, permainannya, karakternya dan sebagainya. Tidak jadi masalah apakah Anda menang atau kalah karena pengalaman bermainlah yang terpenting. Artinya Anda perlu melepaskan semua alasan dibalik rasa syukur Anda. Bersyukurlah terhadap keberadaan Anda sendiri, maka Anda telah bergerak dari melakukan syukur (doing grateful) ke menjadi bersyukur (being grateful). Dan Anda akan mampu mengaktivasi Hukum Ketertarikan karena Anda telah memancarkan rasa syukur setiap saat dan kapan saja. Ingat ! Being grateful bukan hanya sekedar doing grateful.

Dengan sikap semacam ini, insyallah, keberuntungan akan menjadi milik Anda. Wish You Luck. (SA)